Selamat Bertugas! Santri MA PPMI Assalaam Terpilih sebagai Paskibraka Kabupaten Sukoharjo 2026

Selamat Bertugas! Santri MA PPMI Assalaam Terpilih sebagai Paskibraka Kabupaten Sukoharjo 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri MA PPMI Assalaam. Ahmad Raihan Nur Fadilah, santri kelas X Program Kedinasan, berhasil lolos seleksi dan terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sukoharjo Tahun 2026.

Capaian tersebut semakin istimewa karena menjadi bagian dari konsistensi MA PPMI Assalaam dalam mengantarkan santri mengikuti seleksi Paskibraka Kabupaten Sukoharjo. Selama tiga tahun berturut-turut, santri MA PPMI Assalaam berhasil lolos seleksi dan dipercaya menjadi bagian dari pasukan yang bertugas pada momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Setelah dinyatakan lolos seleksi, Raihan menjalani rangkaian pelatihan dan pembinaan intensif sebagai persiapan untuk melaksanakan tugas pengibaran bendera pada 17 Agustus 2026. Proses tersebut tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik, tetapi juga kedisiplinan, ketangguhan mental, kemampuan bekerja sama, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah.

Selamat Bertugas! Santri MA PPMI Assalaam Terpilih sebagai Paskibraka Kabupaten Sukoharjo 2026
Selamat Bertugas! Santri MA PPMI Assalaam Terpilih sebagai Paskibraka Kabupaten Sukoharjo 2026

Keberhasilan Raihan turut menjadi gambaran hasil pembinaan Program Kedinasan MA PPMI Assalaam. Program tersebut dirancang untuk membekali santri dengan berbagai kemampuan yang mendukung kesiapan mereka menghadapi pendidikan maupun karier di masa depan, termasuk kedisiplinan, kebugaran fisik, kepemimpinan, ketangguhan mental, dan pembentukan karakter.

Kepala MA PPMI Assalaam, Ustadz Farid Akbar, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut sekaligus memberikan pesan kepada Raihan agar menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.

“Selamat bertugas untuk Raihan. Semoga seluruh proses pelatihan diberikan kelancaran, kesehatan, dan keteguhan. Jalankan amanah dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Semoga Raihan dapat memberikan yang terbaik serta membawa kebanggaan bagi orang tua, madrasah, dan Kabupaten Sukoharjo,” ungkapnya.

Bagi MA PPMI Assalaam, terpilihnya santri sebagai Paskibraka bukan sekadar pencapaian di bidang nonakademik. Pengalaman tersebut menjadi ruang pembelajaran nyata bagi santri untuk mengembangkan kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, serta semangat pengabdian kepada bangsa.

Capaian Raihan juga menegaskan komitmen MA PPMI Assalaam dalam mengembangkan potensi santri secara menyeluruh. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, keterampilan, kepemimpinan, dan kesiapan santri untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

Selamat bertugas, Ahmad Raihan Nur Fadilah. Semoga seluruh rangkaian pelatihan hingga pelaksanaan tugas berjalan lancar dan menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan pendidikan. Semoga amanah yang dijalankan membawa keberkahan serta mengharumkan nama orang tua, MA PPMI Assalaam, dan Kabupaten Sukoharjo.

Semangat, disiplin, dan tunaikan amanah dengan sebaik-baiknya.

Upacara HUT ke-81 RI di PPMI Assalaam, Santri Diingatkan untuk Lanjutkan Perjuangan Bangsa

Upacara HUT ke-81 RI di PPMI Assalaam, Santri Diingatkan untuk Lanjutkan Perjuangan Bangsa

Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin (17/8/2026). Upacara yang berlangsung di Lapangan Bola PPMI Assalaam tersebut diikuti oleh seluruh santri dan civitas akademika PPMI Assalaam.

Upacara berlangsung dengan khidmat. Ustadz Edi Suprapto, M.Pd. bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan Ustadz Hedonal Rumiyanto, M.Pd. dipercaya sebagai komandan upacara.

Upacara HUT ke-81 RI di PPMI Assalaam, Santri Diingatkan untuk Lanjutkan Perjuangan Bangsa Upacara HUT ke-81 RI di PPMI Assalaam, Santri Diingatkan untuk Lanjutkan Perjuangan Bangsa  Upacara HUT ke-81 RI di PPMI Assalaam, Santri Diingatkan untuk Lanjutkan Perjuangan Bangsa Upacara HUT ke-81 RI di PPMI Assalaam, Santri Diingatkan untuk Lanjutkan Perjuangan Bangsa

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum bagi keluarga besar PPMI Assalaam untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi generasi muda, khususnya para santri, untuk melanjutkan perjuangan sesuai dengan tantangan zaman.

Dalam amanatnya, Ustadz Edi Suprapto menegaskan bahwa perjuangan generasi muda saat ini tidak lagi dilakukan melalui medan perang, melainkan dengan meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan.

Upacara HUT ke-81 RI di PPMI Assalaam, Santri Diingatkan untuk Lanjutkan Perjuangan Bangsa

“Perjuangan para santri pada saat ini berlanjut dengan semangat belajar, mengasah pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan untuk masa depan bangsa Indonesia,” tegas Ustadz Edi Suprapto selaku inspektur upacara.

Ia menekankan bahwa semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui kesungguhan para santri dalam menuntut ilmu dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Dengan bekal ilmu, karakter, dan keterampilan, santri diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di PPMI Assalaam pun tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi bagi seluruh keluarga besar pesantren untuk meneruskan semangat perjuangan para pendahulu melalui karya, pendidikan, dan pengabdian kepada bangsa.

Perkuat Kompetensi Pengasuh, PPMI Assalaam Gelar Dauroh Psikologi Pengasuhan di Pesantren

Perkuat Kompetensi Pengasuh, PPMI Assalaam Gelar Dauroh Psikologi Pengasuhan di Pesantren

PPMI Assalaam terus memperkuat kualitas kepengasuhan sebagai bagian penting dalam pembinaan santri. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Dauroh Psikologi Kepengasuhan Kesantrian Putra dan Putri yang menghadirkan Prof. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D. pada Jumat (21/8).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Assalaam Lantai 2 tersebut mengangkat tema Psikologi Pengasuhan di Pesantren. Dauroh diikuti oleh para pengasuh kesantrian putra dan putri dengan tujuan memperkuat pemahaman, keterampilan, dan kesiapan pengasuh dalam mendampingi santri selama menjalani kehidupan di pesantren.

Dalam pemaparannya, Prof. Taufik menekankan pentingnya keteladanan dalam proses pengasuhan. Menurutnya, santri lebih banyak belajar dari apa yang mereka lihat daripada sekadar apa yang mereka dengar. Karena itu, pengasuh memiliki posisi strategis sebagai figur yang menjadi contoh sekaligus pihak yang memegang amanah dalam proses pembinaan santri.

Perkuat Kompetensi Pengasuh, PPMI Assalaam Gelar Dauroh Psikologi Pengasuhan di Pesantren Perkuat Kompetensi Pengasuh, PPMI Assalaam Gelar Dauroh Psikologi Pengasuhan di Pesantren  Perkuat Kompetensi Pengasuh, PPMI Assalaam Gelar Dauroh Psikologi Pengasuhan di Pesantren Perkuat Kompetensi Pengasuh, PPMI Assalaam Gelar Dauroh Psikologi Pengasuhan di Pesantren

Selain keteladanan, pengasuh perlu memiliki karakter yang mendukung proses pembinaan, antara lain hangat dan responsif, demokratis, konsisten dan adil, empatik, komunikatif, memiliki jiwa melayani, mampu melakukan regulasi diri, serta menjadi role model bagi santri.

Prof. Taufik juga menjelaskan bahwa tugas pengasuh tidak sebatas menjaga kedisiplinan santri. Kepengasuhan mencakup berbagai aspek, mulai dari edukatif, afektif dan sosial, dakwah, penegakan kedisiplinan, hingga pelayanan. Dengan demikian, musyrif dan musyrifah memiliki peran untuk membimbing sekaligus melayani santri secara utuh.

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah manajemen emosi pengasuh. Lingkungan pesantren dengan dinamika interaksi yang intens membutuhkan kemampuan pengasuh dalam mengenali dan mengelola kondisi emosional. Dalam hal ini, pengasuh perlu mewaspadai kelelahan emosional dan compassion fatigue. Beberapa strategi yang dibahas meliputi self-awareness, mindfulness, cognitive reframing, dan expectation management.

Perkuat Kompetensi Pengasuh, PPMI Assalaam Gelar Dauroh Psikologi Pengasuhan di Pesantren

Untuk menjaga keberlanjutan kualitas kepengasuhan, Prof. Taufik juga menekankan pentingnya dukungan sistemik. Supervisi, waktu istirahat yang memadai, peningkatan kapasitas, apresiasi, serta penguatan visi kepengasuhan menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem pembinaan yang sehat dan berkelanjutan.

Kemampuan mendengarkan secara aktif atau the art of listening juga menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki pengasuh. Mendengarkan santri tidak hanya berarti memberikan perhatian, tetapi juga membutuhkan empati, sikap tidak menghakimi, serta kemampuan melakukan refleksi terhadap apa yang disampaikan santri.

Lebih lanjut, kesehatan mental pengasuh menjadi fondasi penting dalam proses pembinaan. Pengasuh yang memiliki kesehatan mental yang baik akan lebih mampu mengenali potensi diri, mengelola tekanan, serta mendampingi perkembangan jiwa santri secara lebih komprehensif, mulai dari aspek sensing, reasoning, dan empathy hingga dimensi spiritual.

Melalui Dauroh Kepengasuhan ini, PPMI Assalaam berupaya membangun paradigma kepengasuhan yang tidak hanya berorientasi pada kedisiplinan, tetapi juga pada pendampingan, pelayanan, keteladanan, dan perkembangan psikologis santri.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bekal sekaligus inspirasi bagi para pengasuh dalam menjalankan amanah pembinaan sehari-hari. Dengan pengasuh yang kompeten, sehat secara emosional, dan memiliki jiwa melayani, PPMI Assalaam terus berikhtiar menciptakan lingkungan pesantren yang mendukung tumbuhnya santri yang berkarakter, mandiri, berakhlak mulia, dan memiliki kesiapan menghadapi tantangan masa depan.

Olah Ampas Kelapa Jadi Body Scrub, Santri MA PPMI Assalaam Raih Juara 2 LKTI Nasional

Olah Ampas Kelapa Jadi Body Scrub, Santri MA PPMI Assalaam Raih Juara 2 LKTI Nasional

Inovasi riset santri MA PPMI Assalaam kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim Bintang Assalaam berhasil meraih Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional Gematika UIN Sunan Ampel Surabaya setelah mengikuti babak final dan presentasi pada Sabtu (15/8).

Prestasi tersebut diraih oleh dua santriwati kelas XII F.7, yakni Asharina Madina Az Zahra dan Almayla Sekarkinanti. Keduanya mengangkat penelitian berjudul “Natural Body Scrub from Grated Coconut Dregs as a Natural Exfoliator” yang mengeksplorasi pemanfaatan ampas kelapa sebagai biomassa untuk dikembangkan menjadi produk body scrub alami.

Melalui penelitian tersebut, para santri menunjukkan bagaimana bahan sederhana yang selama ini berpotensi menjadi limbah dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai guna. Gagasan tersebut sekaligus memperlihatkan upaya santri dalam menghubungkan kegiatan riset dengan persoalan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya di sekitar.

Olah Ampas Kelapa Jadi Body Scrub, Santri MA PPMI Assalaam Raih Juara 2 LKTI Nasional

Kepala MA PPMI Assalaam, Ustadz Farid Akbar, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian yang diraih Tim Bintang Assalaam.

“Alhamdulillah. Prestasi ini menunjukkan bahwa santri mampu mengembangkan gagasan ilmiah dari sesuatu yang sederhana di sekitar kita. Semoga semakin menguatkan budaya riset dan inovasi di MA PPMI Assalaam.”

Capaian tersebut semakin memperkuat komitmen MA PPMI Assalaam dalam mengembangkan budaya penelitian dan inovasi di kalangan santri. Sejak ditunjuk Kementerian Agama sebagai Madrasah Riset pada 2019, MA PPMI Assalaam terus mendorong peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah melalui penelitian, inovasi, dan pemecahan masalah yang aplikatif.

Bagi Tim Bintang Assalaam, keberhasilan meraih Juara 2 tingkat nasional menjadi bukti bahwa penelitian yang berangkat dari persoalan sederhana dapat berkembang menjadi gagasan bernilai ketika dikaji melalui proses ilmiah.

Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi santri MA PPMI Assalaam untuk terus berani meneliti, berinovasi, dan menghasilkan karya yang tidak hanya kompetitif dalam ajang ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Selamat kepada Asharina Madina Az Zahra dan Almayla Sekarkinanti. Terus berkarya, meneliti, dan menginspirasi! 

Bekali Santri Mengabdi, PPMI Assalaam Gelar Upgrading Pengajar TPA bagi Pengurus OP3MIA

Bekali Santri Mengabdi, PPMI Assalaam Gelar Upgrading Pengajar TPA bagi Pengurus OP3MIA

OPPPMIA terus didorong untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan sekaligus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Upgrading Pengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang diselenggarakan pada Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Masjid PPMI Assalaam tersebut diselenggarakan oleh Dewan Kyai bersama Kepengasuhan Kesantrian Bidang Kepesantrenan Bakat Minat. Upgrading ditujukan bagi para pengurus OP3MIA yang akan menjalankan amanah pengabdian masyarakat melalui kegiatan mengajar TPA dan kajian kultum di masjid-masjid sekitar PPMI Assalaam.

Sebanyak 40 santriwan dan 40 santriwati mengikuti kegiatan tersebut dengan didampingi para pengasuh. Materi upgrading disampaikan oleh Ustadz H. Sigit Raharja, M.Pd. dan Ustadz Dr. H. Kadarusman, M.Ag., yang membekali peserta dari sisi tanggung jawab, keteladanan, komunikasi, hingga metodologi pembelajaran Al-Qur’an.

Bekali Santri Mengabdi, PPMI Assalaam Gelar Upgrading Pengajar TPA bagi Pengurus OP3MIA

Menjadi Pengajar Sekaligus Membawa Nama Assalaam

Dalam sesi pertama, Ustadz H. Sigit Raharja, M.Pd. menekankan bahwa terpilihnya santri sebagai pengajar TPA merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan pondok. Karena itu, kemampuan membaca Al-Qur’an saja tidak cukup. Seorang pengajar juga perlu memiliki akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, dan keteladanan.

Para santri juga diingatkan bahwa ketika menjalankan tugas di luar lingkungan pondok, mereka membawa nama pribadi, keluarga, santri, sekaligus PPMI Assalaam. Karena itu, terdapat lima hal yang perlu dijaga, yaitu penampilan, perjalanan, ucapan, sikap, dan kehadiran.

Para pengajar juga diingatkan untuk hadir di masjid sebagai tamu yang mampu meninggalkan kesan baik. Lebih dari sekadar mengajarkan Iqra’, mereka diharapkan turut menanamkan akhlak kepada anak-anak yang mereka dampingi.

Ustadz Sigit juga menekankan empat prinsip yang harus dihindari, yakni jangan terlambat, jangan menyakiti, jangan menyalahgunakan amanah, dan menjaga nama baik Assalaam. Sebaliknya, para santri didorong untuk menjadi pribadi yang amanah, beradab, menyenangkan, dan menginspirasi.

Pesan tersebut bermuara pada satu prinsip sederhana: “Tugas kecil, dampak besar.” Mengajar TPA mungkin terlihat sebagai tugas sederhana, tetapi keteladanan seorang pengajar dapat memberikan pengaruh besar bagi tumbuhnya kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam.

Bekali Santri Mengabdi, PPMI Assalaam Gelar Upgrading Pengajar TPA bagi Pengurus OP3MIA

Penguatan Metodologi Mengajar Anak TPA

Materi berikutnya disampaikan oleh Ustadz Dr. H. Kadarusman, M.Ag. dengan tema “Pentingnya Metodologi”. Peserta dibekali pemahaman bahwa mengajarkan Iqra’ membutuhkan lebih dari sekadar penguasaan materi.

Menurutnya, pengajar TPA perlu memperhatikan aspek akhlak, ibadah, dan doa, termasuk mendoakan murid yang diajarnya. Selain itu, pengajar perlu memperhatikan penampilan fisik, aroma, serta fasilitas fisik sebagai bagian dari kenyamanan proses pembelajaran.

Pengajar juga perlu berperan sebagai fasilitator yang menguasai metode pembelajaran dan mampu mengenali karakter setiap murid. Penguasaan keilmuan, baik ilmu pokok maupun cabang serta keterkaitannya dengan bidang ilmu lain, menjadi bagian penting dalam menunjang kualitas pengajaran.

Dalam sesi tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan karakteristik anak usia TPA yang antara lain senang menjadi pusat perhatian, mulai aktif bermain, senang bergaul dengan teman sebaya, serta berpotensi mengalami konflik kecil dengan teman. Pemahaman terhadap karakter tersebut diperlukan agar pengajar dapat menentukan pendekatan yang sesuai.

Peserta juga dikenalkan dengan empat karakter kepribadian, yaitu sanguinis, melankolis, koleris, dan plegmatis, sebagai salah satu perspektif untuk memahami perbedaan karakter anak.

Bekali Santri Mengabdi, PPMI Assalaam Gelar Upgrading Pengajar TPA bagi Pengurus OP3MIA

Dalam praktik pembelajaran, pengajar juga dibekali alur sederhana untuk membuka dan menutup kegiatan TPA. Pembelajaran dapat diawali dengan salam, mengondisikan anak agar berkonsentrasi, dan doa pembuka. Sementara penutupan dapat dilakukan melalui kegiatan bercerita, bernyanyi, membaca surat pendek, dan doa penutup.

Melalui kegiatan upgrading ini, OP3MIA PPMI Assalaam tidak hanya dipersiapkan untuk menjalankan tugas organisasi di lingkungan pondok, tetapi juga dibekali kemampuan untuk berkontribusi secara langsung kepada masyarakat. Pengalaman mengajar TPA dan menyampaikan kajian menjadi bagian dari proses pembentukan santri yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan komunikasi, serta keberanian untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen PPMI Assalaam dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pada pembentukan akhlak, kepemimpinan, dan kebermanfaatan. Melalui pengabdian sederhana di masjid-masjid sekitar ma’had, para santri belajar bahwa ilmu yang dimiliki akan semakin bermakna ketika diamalkan dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Kontributor: Nihayatul Qoribah, M.Pd.

Pelantikan Pengurus OP3MIA PPMI Assalaam Periode 2026/2027

Pelantikan Pengurus OP3MIA PPMI Assalaam Periode 2026/2027

Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam (OP3MIA) resmi memiliki kepengurusan baru untuk periode 2026/2027. Prosesi pelantikan pengurus dilaksanakan pada Kamis malam, 13 Agustus 2026, di Aula Assalaam Center dan diikuti oleh seluruh santri, pengurus, serta dewan guru PPMI Assalaam.

Pelantikan berlangsung dengan khidmat sekaligus menjadi momentum dimulainya estafet kepemimpinan santri dalam menjalankan berbagai program organisasi di lingkungan Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam. Para pengurus baru mengemban amanah untuk turut menciptakan lingkungan kepesantrenan yang aktif, tertib, serta mendukung pembentukan karakter dan kemandirian santri.

Pelantikan Pengurus OP3MIA PPMI Assalaam Periode 2026/2027   Pelantikan Pengurus OP3MIA PPMI Assalaam Periode 2026/2027   Pelantikan Pengurus OP3MIA PPMI Assalaam Periode 2026/2027

Dalam sambutannya, Wakil Direktur I PPMI Assalaam, Ustadz Edi Suprapto, S.Ag., M.Pd., menekankan pentingnya kesinambungan dalam sebuah organisasi. Ia mengingatkan bahwa kepengurusan baru tidak hanya membawa semangat dan gagasan baru, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai baik yang telah diwariskan oleh para pengurus sebelumnya.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pendahulunya, organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu merawat kebaikan warisan para pendahulunya.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi pengurus OP3MIA periode 2026/2027 agar mampu melanjutkan berbagai kebaikan yang telah dibangun sekaligus menghadirkan pembaruan sesuai dengan kebutuhan santri dan perkembangan lingkungan pesantren.

Pelantikan Pengurus OP3MIA PPMI Assalaam Periode 2026/2027  Pelantikan Pengurus OP3MIA PPMI Assalaam Periode 2026/2027   Pelantikan Pengurus OP3MIA PPMI Assalaam Periode 2026/2027

Kepengurusan OP3MIA menjadi salah satu ruang pembelajaran kepemimpinan bagi santri PPMI Assalaam. Melalui organisasi, santri mendapatkan pengalaman untuk belajar mengelola program, bekerja sama, berkomunikasi, mengambil keputusan, serta menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru, OP3MIA diharapkan mampu menjadi penggerak berbagai kegiatan positif santri sekaligus menjadi bagian dari proses pendidikan kepemimpinan di PPMI Assalaam. Semangat pengabdian, kemandirian, dan keimanan diharapkan terus tumbuh dalam setiap pelaksanaan program selama satu periode ke depan.

Pelantikan ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan kepemimpinan di PPMI Assalaam tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata dalam kehidupan pesantren. Dengan pendampingan para asatidz dan dukungan seluruh keluarga besar pondok, para pengurus OP3MIA diharapkan mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan PPMI Assalaam.

Selamat mengemban amanah kepada seluruh pengurus OP3MIA periode 2026/2027. Semoga setiap langkah pengabdian menjadi bagian dari proses pembentukan pemimpin yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan bertanggung jawab.

MA PPMI Assalaam Perluas Wawasan Santri tentang Studi dan Karier Internasional

MA PPMI Assalaam Perluas Wawasan Santri tentang Studi dan Karier Internasional

MA PPMI Assalaam terus memperluas wawasan santri mengenai peluang pendidikan dan karier di tingkat internasional. Pembekalan kali ini menghadirkan sosialisasi peluang studi dan karier di Jerman bersama Diagma serta Roadshow PPMI Madinah yang mengenalkan kesempatan kuliah di Arab Saudi.

Dalam sosialisasi bersama Diagma, santri mendapatkan informasi mengenai berbagai jalur pendidikan dan karier di Jerman, mulai dari studi lanjut, Ausbildung atau pendidikan vokasi, Duales Studium yang memadukan kuliah dan praktik kerja, hingga peluang bekerja. Materi juga mencakup persiapan bahasa, persyaratan, dan hal-hal yang perlu disiapkan sejak dini.

MA PPMI Assalaam Perluas Wawasan Santri tentang Studi dan Karier Internasional MA PPMI Assalaam Perluas Wawasan Santri tentang Studi dan Karier Internasional

Sementara itu, Roadshow PPMI Madinah menghadirkan Ustadz Muhammad Taufiq, alumni MA PPMI Assalaam yang kini menempuh pendidikan S3 di Universitas Islam Madinah. Santri memperoleh informasi mengenai perguruan tinggi di Arab Saudi, pilihan jurusan, prosedur pendaftaran, serta peluang beasiswa, baik di bidang keagamaan maupun program studi umum.

Kepala MA PPMI Assalaam, Ustadz Farid Akbar, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa pengenalan berbagai peluang pendidikan internasional penting dilakukan sejak dini.

“Kami ingin santri mengenal berbagai peluang studi, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan informasi yang tepat sejak awal, mereka dapat mempersiapkan diri dengan lebih matang dan menentukan pilihan sesuai potensi serta cita-citanya.”

Melalui kegiatan tersebut, MA PPMI Assalaam terus mendorong santri untuk berani bermimpi, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi peluang pendidikan maupun karier di tingkat global.

Pesantren Darusy Syahadah Kunjungi PPMI Assalaam, Dalami Pengelolaan Kepengasuhan Putra

Syaikh dari Riyadh Hadir di MA PPMI Assalaam, Perkuat Kecintaan Santri terhadap Al-Qur’an dan Bahasa Arab

Kehadiran akademisi dari Arab Saudi memberikan warna tersendiri bagi penguatan wawasan keislaman santri MA PPMI Assalaam. Syaikh Dr. Ahmad Al-Khulaifiy, Dosen Pascasarjana Fakultas Dakwah Universitas Jami’atul Imam Muhammad bin Su’ud Al-Islamiyyah, Riyadh hadir di MA PPMI Assalaam pada Senin (10/8/2026) untuk berbagi ilmu dan motivasi bersama santri.

Bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 2 Kantor Assalaam, kegiatan berlangsung pukul 10.30–12.00 WIB. Pertemuan yang dipandu oleh Rosyad Nurliya tersebut menjadi kesempatan bagi para santri untuk memperluas wawasan keislaman sekaligus mendapatkan perspektif langsung dari akademisi yang berasal dari pusat keilmuan Islam di Riyadh, Arab Saudi.

Dalam kajiannya, Syaikh Dr. Ahmad Al-Khulaifiy menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk dan ilmu dalam kehidupan seorang Muslim. Menurutnya, semangat menuntut ilmu hendaknya tidak berhenti pada upaya memahami dan menguasai ilmu untuk kepentingan pribadi, tetapi dilanjutkan dengan mengajarkan serta memberikan manfaat kepada orang lain.

Pesan tersebut disampaikan dengan mengangkat keteladanan Nabi Ibrahim عليه السلام dan Nabi Muhammad ﷺ dalam menyampaikan ilmu dan mengajak manusia kepada kebaikan. Para santri didorong untuk menjadikan ilmu sebagai bagian dari proses pembentukan diri sekaligus sarana menghadirkan kebermanfaatan di tengah masyarakat.

Syaikh dari Riyadh Hadir di MA PPMI Assalaam, Perkuat Kecintaan Santri terhadap Al-Qur’an dan Bahasa Arab Syaikh dari Riyadh Hadir di MA PPMI Assalaam, Perkuat Kecintaan Santri terhadap Al-Qur’an dan Bahasa Arab Syaikh dari Riyadh Hadir di MA PPMI Assalaam, Perkuat Kecintaan Santri terhadap Al-Qur’an dan Bahasa Arab

Salah satu tema yang turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah “Lughah al-‘Arabiyyah Lughatu al-Islam” (اللغة العربية لغة الإسلام) atau bahasa Arab adalah bahasa Islam. Tema ini menegaskan pentingnya penguasaan bahasa Arab dalam proses pendalaman keilmuan Islam.

Bahasa Arab memiliki posisi penting karena menjadi bahasa Al-Qur’an serta digunakan dalam berbagai sumber utama keilmuan Islam. Dengan kemampuan bahasa Arab yang baik, santri memiliki bekal untuk memahami Al-Qur’an, hadis, dan literatur keislaman secara lebih mendalam.

Selain mendorong kecintaan terhadap Al-Qur’an dan bahasa Arab, Syaikh Dr. Ahmad Al-Khulaifiy juga mengingatkan para santri agar menjadikan ilmu sebagai jalan untuk memberikan manfaat kepada sesama. Nilai kebermanfaatan menjadi salah satu pesan penting yang diharapkan dapat tumbuh dalam diri santri melalui proses pendidikan.

Kehadiran Syaikh Dr. Ahmad Al-Khulaifiy menjadi bagian dari upaya MA PPMI Assalaam dalam memperkuat budaya keilmuan, wawasan keislaman, dan perspektif global santri. Interaksi dengan akademisi dari luar negeri memberikan pengalaman belajar yang lebih luas sekaligus memperkenalkan santri pada lingkungan keilmuan Islam di tingkat internasional.

Sebagai bagian dari Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam, MA PPMI Assalaam terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang memadukan keunggulan akademik, penguatan nilai-nilai keislaman, penguasaan bahasa, dan wawasan global. Melalui berbagai pengalaman pembelajaran, santri dipersiapkan menjadi generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak, mampu mengamalkan ilmu, dan memberikan kontribusi positif bagi umat serta masyarakat.

Menuntut ilmu, mencintai Al-Qur’an, menguasai bahasa Arab, dan menghadirkan kebermanfaatan menjadi bagian dari ikhtiar MA PPMI Assalaam dalam menyiapkan generasi Muslim yang berilmu dan berwawasan global.

Pesantren Darusy Syahadah Kunjungi PPMI Assalaam, Dalami Pengelolaan Kepengasuhan Putra

Pesantren Darusy Syahadah Kunjungi PPMI Assalaam, Dalami Pengelolaan Kepengasuhan Putra

Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam menerima kunjungan dari Pondok Pesantren Islam Darusy Syahadah dalam rangka studi banding bidang kepengasuhan putra. Kunjungan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman dan wawasan dalam pengelolaan kepengasuhan serta pengembangan pendidikan Islam.

Rombongan Pondok Pesantren Islam Darusy Syahadah dipimpin oleh Ustadz Kholid Abdurrohman, Lc., selaku Kepala Kepengasuhan, bersama jajaran kepengasuhan. Kehadiran rombongan disambut oleh Kepala Humas PPMI Assalaam, Hedonal Rumiyanto, M.Pd., Kepala Kesantrian Putra, Ustadz Imam Fauzan, S.Pd., beserta jajaran.

Pesantren Darusy Syahadah Kunjungi PPMI Assalaam, Dalami Pengelolaan Kepengasuhan Putra  Pesantren Darusy Syahadah Kunjungi PPMI Assalaam, Dalami Pengelolaan Kepengasuhan Putra  Pesantren Darusy Syahadah Kunjungi PPMI Assalaam, Dalami Pengelolaan Kepengasuhan Putra

Bertempat di Meeting Room Lantai 2 PPMI Assalaam, kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Dialog dan diskusi menjadi bagian utama kunjungan dengan membahas berbagai hal terkait kepengasuhan putra, termasuk pengalaman dan praktik pengelolaan yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masing-masing lembaga.

Kunjungan studi banding ini tidak hanya menjadi momentum untuk bertukar informasi, tetapi juga mempererat silaturahmi antarlembaga pendidikan Islam. Melalui dialog dan berbagi praktik baik, kedua pesantren dapat saling memberikan perspektif serta inspirasi dalam meningkatkan kualitas pembinaan santri.

PPMI Assalaam menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bagian dari semangat kolaborasi dan kontribusi bersama dalam memajukan pendidikan Islam. Pertukaran pengalaman antarpesantren diharapkan dapat melahirkan gagasan dan praktik pembinaan yang semakin baik, relevan, serta mampu menjawab kebutuhan generasi muslim di masa kini dan mendatang.

Melalui semangat silaturahmi, kolaborasi, dan berbagi praktik baik, PPMI Assalaam terus membuka ruang untuk bertumbuh bersama dalam menghadirkan pendidikan Islam yang unggul dan berkemajuan.

44 Tahun Mengabdi, PPMI Assalaam Gelar Apel Akbar Milad dan Apresiasi Pegawai Berdedikasi

44 Tahun Mengabdi, PPMI Assalaam Gelar Apel Akbar Milad dan Apresiasi Pegawai Berdedikasi

Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam memperingati Milad ke-44 dengan menggelar Apel Akbar pada Jumat (7/8). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh seluruh santri, asatidz dan asatidzah PPMI Assalaam, serta seluruh pegawai di lingkungan Yayasan Majelis Pengajian Islam (YMPI) Surakarta sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan panjang pengabdian pesantren dalam membangun pendidikan Islam selama lebih dari empat dekade.

Bertindak sebagai pembina apel, Direktur PPMI Assalaam, Ustadz Drs. H. Uripto M. Yunus, M.Ed., menyampaikan bahwa usia ke-44 bukan sekadar penanda perjalanan waktu, tetapi menjadi bukti konsistensi PPMI Assalaam dalam menjaga amanah pendidikan yang telah dirintis oleh para pendiri.

Dalam amanatnya, beliau menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada para pendiri, asatidz dan asatidzah, tenaga kependidikan, pegawai, alumni, wali santri, serta seluruh santri yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang PPMI Assalaam. Menurutnya, keberhasilan pesantren hingga saat ini merupakan buah dari kerja sama, keikhlasan, dan semangat untuk terus menuntut serta menyebarkan ilmu.

44 Tahun Mengabdi, PPMI Assalaam Gelar Apel Akbar Milad dan Apresiasi Pegawai Berdedikasi  44 Tahun Mengabdi, PPMI Assalaam Gelar Apel Akbar Milad dan Apresiasi Pegawai Berdedikasi 44 Tahun Mengabdi, PPMI Assalaam Gelar Apel Akbar Milad dan Apresiasi Pegawai Berdedikasi   

“Perjalanan Assalaam hingga hari ini tidak dibangun oleh satu atau dua orang, tetapi oleh banyak tangan yang bekerja dengan penuh keikhlasan. Semangat para pendiri harus terus kita lanjutkan melalui dedikasi dalam mendidik dan kesungguhan santri dalam menuntut ilmu,” pesannya.

Pada momentum tersebut, PPMI Assalaam juga memberikan penghargaan kepada empat pegawai yang telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian kepada lembaga. Sebagai bentuk apresiasi, mereka memperoleh reward berupa ibadah umrah, sebagai penghormatan atas loyalitas dan kontribusi yang diberikan dalam mendukung kemajuan PPMI Assalaam.

Peringatan 7 Agustus memiliki makna istimewa bagi seluruh keluarga besar PPMI Assalaam. Tepat pada tanggal tersebut, 44 tahun yang lalu, PPMI Assalaam memulai langkah pengabdiannya di bidang pendidikan Islam. Berawal dari sebuah kelompok pengajian sederhana yang dirintis oleh KH. Abdullah Marzuki, Hj. Siti Aminah Abdullah, beserta para sahabatnya, PPMI Assalaam terus tumbuh menjadi salah satu pesantren modern yang dipercaya oleh ribuan santri dari berbagai provinsi di Indonesia.

Selama lebih dari empat dekade, PPMI Assalaam terus bertransformasi tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren. Berbagai inovasi di bidang akademik, kepesantrenan, riset, bahasa, teknologi, kepemimpinan, hingga penguatan karakter terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muslim yang unggul dan berdaya saing global.

Komitmen tersebut tercermin dalam tema Milad ke-44 PPMI Assalaam, “Local Values, Global Standard.” Tema ini menegaskan bahwa PPMI Assalaam senantiasa menjaga nilai-nilai luhur kepesantrenan sebagai fondasi pendidikan, sekaligus menghadirkan sistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tantangan global.

Apel Akbar Milad ke-44 menjadi momentum untuk memperkuat tekad seluruh keluarga besar PPMI Assalaam dalam melanjutkan estafet perjuangan para pendiri. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian, PPMI Assalaam berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan Islam yang unggul, melahirkan generasi berilmu, berakhlak mulia, berjiwa pemimpin, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan dunia.