Senin (23/3), PPMI Assalaam mendapat kunjungan para Biksu dari Sekolah Tinggi Ilmu Agama Budha (STIAB) Smaratungga Ngampel Boyolali. Selain menjalin silaturahmi dan mempelajari sistem pendidikan Pesantren Assalaam, kunjungan ini juga memperkuat toleransi antar umat beragama.
Para Biksu sangat tertarik dengan pola dan manajemen pendidikan Islam paripurna yang diterapkan di PPMI Assalaam yang memadukan keseimbangan Spiritual, Intelektual, Moral dan Keterampilan dalam bingkai Islam rahmatan lil ‘Alamin.
Kunjungan para biksu yang dipimpin langsung oleh Ketua STIAB Smaratungga, Biksu Nyana Karuno Mahathera (Dr. Kabri, S.Ag, M.Pd) disambut hangat oleh perwakilan pengasuh PPMI Assalaam di ruang pertemuan kantor Assalaam sebagai bagian “Ikramu dhuyuf” yang dituntunkan dalam Islam. Serta mengimplementasikan nilai-nilai Assalaam (damai) tidak hanya kepada sesama muslim namun juga kepada pemeluk agama lain.
Kabar gembira dari santri SMA Assalaam. Satrio Enggar Panggalih, santri kelas XII, resmi diterima di Zhejiang University of Science and Technology (ZUST), China, pada program studi Ilmu Teknologi dan Komputer melalui jalur beasiswa.
Capaian ini menjadi istimewa karena ZUST merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di China dengan standar internasional. Keberhasilan Satrio sekaligus menambah daftar santri PPMI Assalaam yang melanjutkan studi ke luar negeri.
Satrio mengaku telah mempersiapkan diri sejak kelas XI. Ia fokus melengkapi berkas pendaftaran, menjaga nilai akademik, serta mengikuti kursus bahasa Mandarin sebagai bekal studi. Bahkan, ia memilih melepas peluang jalur SNBP demi fokus mengejar cita-citanya menembus perguruan tinggi luar negeri.
Santri SMA Assalaam Lolos Beasiswa ke ZUST China, Bukti Generasi Pesantren Berdaya Saing GlobalSantri SMA Assalaam Lolos Beasiswa ke ZUST China, Bukti Generasi Pesantren Berdaya Saing Global
Langkah tersebut mengikuti jejak alumni sebelumnya, Muhammad Fawwas Rizka (2024), yang lebih dahulu melanjutkan studi di China. Hal ini menunjukkan konsistensi SMA Assalaam dalam mendorong santri untuk berani bersaing di tingkat global.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sistem pendidikan di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki visi global, kemandirian, dan daya saing internasional.
SMA Assalaam berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta pendampingan karier santri, sehingga semakin banyak lulusan yang dapat melanjutkan studi baik di perguruan tinggi luar negeri maupun dalam negeri.
Prestasi Satrio menjadi inspirasi bagi santri lainnya bahwa dengan persiapan yang matang dan tekad yang kuat, mimpi menembus kampus dunia bukanlah hal yang mustahil.
Sebanyak 185 peserta dari siswa-siswi kelas 5–6 SD/MI dan 8–9 SMP/MTs dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY hingga Jawa Barat mengikuti Pesantren Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam pada 12–15 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi ajang pengalaman langsung bagi para peserta untuk merasakan kehidupan sebagai santri di lingkungan pesantren modern. Selama empat hari, peserta tidak hanya mengikuti pembelajaran, tetapi juga menjalani pembiasaan ibadah dan aktivitas khas kepesantrenan.
Pesantren Ramadhan 1447 H PPMI Assalaam: 185 Peserta Rasakan Serunya Jadi Santri
\Beragam materi dan kegiatan dirancang secara terpadu, mulai dari pembelajaran fiqih, pembiasaan ibadah harian, pengenalan ilmu astronomi, praktik muhadhoroh (public speaking), hingga sesi Achievement Motivation Training (AMT) yang membantu peserta mengenali potensi diri. Selain itu, peserta juga mengasah kemampuan bahasa Arab dan English, mengikuti fun games, serta membangun relasi pertemanan dengan peserta dari berbagai daerah.
Ketua panitia, Ustadz Firdaus, menyampaikan bahwa seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam setiap sesi kegiatan. “Peserta terlihat sangat aktif dan bersemangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ini menjadi indikator bahwa program Pesantren Ramadhan mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kegiatan Ramadhan, program ini menjadi bagian dari syiar pendidikan PPMI Assalaam kepada masyarakat sekaligus sarana mengenalkan sistem pendidikan pesantren yang mengintegrasikan ilmu agama, akademik, dan pembinaan karakter.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga belajar tentang disiplin, kemandirian, ukhuwah, dan pengembangan diri. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal berharga yang akan terus dikenang dan memberi dampak positif dalam perjalanan pendidikan mereka ke depan.
Pesantren Ramadhan di Assalaam bukan sekadar kegiatan, tetapi perjalanan bertumbuh, belajar, dan menciptakan kenangan yang tak terlupakan.
Momentum Ramadhan tidak hanya menjadi sarana peningkatan spiritual bagi orang dewasa, tetapi juga bagi anak-anak. Hal ini terlihat dalam kegiatan I’tikaf Ramadhan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam dengan melibatkan 55 siswa sekolah dasar (SD) di Masjid Assalaam.
Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi para peserta dalam mengenal lebih dekat ibadah i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk beribadah, merenung, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagaimana diajarkan dalam sunnah Nabi Muhammad SAW.
55 Siswa SD Ikuti I’tikaf Ramadhan di Masjid Assalaam
Selama mengikuti i’tikaf, para siswa tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga mendapatkan pembinaan langsung dari ustadz serta panitia I’tikaf Ramadhan PPMI Assalaam. Pendampingan ini bertujuan agar anak-anak dapat memahami makna ibadah secara tepat sekaligus merasakan suasana spiritual di lingkungan pesantren.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pengenalan lingkungan dan sistem pendidikan PPMI Assalaam kepada para peserta sejak usia dini. Para siswa diajak merasakan suasana kehidupan di pesantren yang menekankan keseimbangan antara ibadah, pembinaan akhlak, dan kedisiplinan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah sejak dini serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat karakter dan spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari.
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh santri Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam. Dua santri kelas XII dari MA PPMI Assalaam berhasil lolos seleksi International Undergraduate Program (IUP) di Universitas Gadjah Mada untuk tahun akademik 2026.
Kedua santri tersebut adalah Mohammed Aly Nay yang diterima pada program studi S1 Statistika, serta Fattah Ikhwanul Akbar yang lolos pada program studi S1 Biologi. Keberhasilan ini menjadi capaian istimewa karena jalur IUP UGM dikenal sebagai program internasional bergengsi dengan proses seleksi yang sangat kompetitif.
Program International Undergraduate Program (IUP) UGM merupakan jalur pendidikan dengan standar internasional di mana proses perkuliahan menggunakan bahasa Inggris secara penuh. Program ini juga diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, sehingga persaingan dalam proses seleksinya cukup ketat.
Dua Santri MA PPMI Assalaam Lolos International Undergraduate Program UGM 2026
Keberhasilan Mohammed Aly Nay dan Fattah Ikhwanul Akbar tidak lepas dari rekam jejak akademik mereka yang aktif dalam berbagai kegiatan olimpiade sains dan riset selama menempuh pendidikan di MA PPMI Assalaam. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi keduanya untuk bersaing dalam seleksi program internasional di perguruan tinggi.
Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis pesantren dan madrasah mampu melahirkan generasi yang tidak hanya kuat dalam nilai-nilai keislaman, tetapi juga memiliki daya saing akademik yang tinggi di tingkat nasional maupun global.
Segenap civitas akademika PPMI Assalaam menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian tersebut. Diharapkan keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi para santri lainnya untuk terus berprestasi dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik.
Selamat berjuang di “Kampus Biru” UGM, semoga langkah ini menjadi awal kontribusi besar bagi ilmu pengetahuan, umat, dan bangsa.
Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam menggelar pembekalan perpulangan Libur Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H bagi seluruh santri pada 7–8 Maret 2026 di Masjid PPMI Assalaam. Kegiatan ini menjadi tradisi pesantren untuk memberikan arahan sebelum santri kembali ke rumah masing-masing.
Pembekalan disampaikan oleh Wakil Direktur I Bidang Pendidikan dan Kesantrian, Ustadz H. Edi Suprapto, M.Pd., yang menegaskan bahwa liburan bagi santri bukan sekadar waktu beristirahat, tetapi kesempatan untuk melanjutkan kebiasaan baik yang telah dibangun selama di pesantren.
Pembekalan dan Perpulangan Libur Ramadhan 1447 H PPMI Assalaam, Santri Ditekankan Jaga Akhlak
Para santri diingatkan untuk menjaga adab selama perjalanan, memperbanyak doa ketika safar, memperkuat ukhuwah, serta memanfaatkan waktu di rumah untuk berbakti kepada orang tua (birrul walidain) dan menjadi teladan di tengah masyarakat.
Penguatan juga disampaikan oleh Ustadz Dr. KH. Kadarusman, M.Ag. yang menekankan pentingnya adab safar. Menurut beliau, perjalanan merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa, sehingga para santri dianjurkan memperbanyak doa serta menjaga akhlak selama perjalanan.
Setelah rangkaian pembekalan selesai, perpulangan santri dan santriwati PPMI Assalaam dilaksanakan pada Ahad (8/3). Para santri dijemput oleh orang tua atau wali, sementara sebagian lainnya pulang melalui konsulat daerah dengan pendampingan pembimbing pesantren.
Momentum libur Ramadhan ini diharapkan tidak hanya menjadi waktu melepas rindu bersama keluarga, tetapi juga menjadi kesempatan bagi santri untuk mengamalkan nilai-nilai yang telah dipelajari di pesantren.
Melalui pembekalan dan pengaturan perpulangan ini, PPMI Assalaam kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan sistem pendidikan pesantren yang menekankan keseimbangan antara ilmu, akhlak, dan kedisiplinan, sehingga nilai-nilai pesantren tetap melekat pada diri santri di mana pun mereka berada.
MA PPMI Assalaam resmi menjalin kerja sama strategis dengan UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret untuk memperkuat budaya riset dan meningkatkan kualitas karya tulis ilmiah santri. Penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) dilaksanakan pada Rabu, 4 Maret 2026 di Ruang Nakula Gedung Perpustakaan UNS.
Penandatanganan dilakukan oleh Kepala MA PPMI Assalaam, Ustadz Farid Akbar, S.Ag., M.Pd., bersama Kepala UPT Perpustakaan UNS, Ibu Riah Wiratningsih, S.S., M.Si. Kerja sama ini direncanakan berlangsung selama tiga tahun dengan berbagai program penguatan riset yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan santri.
MA PPMI Assalaam Jalin Kerja Sama dengan Perpustakaan UNS, Perkuat Budaya Riset Santri
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis bagi MA PPMI Assalaam yang saat ini mengemban amanah sebagai Madrasah Riset dari Kementerian Agama. Melalui kemitraan dengan UNS, madrasah berharap dapat meningkatkan pendampingan penelitian serta kemampuan santri dalam menulis karya ilmiah yang berkualitas.
Ustadz Farid Akbar menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan kemampuan riset santri.
“Kami berharap kerja sama ini dapat membantu membimbing santri dalam melakukan penelitian dan penulisan karya tulis ilmiah yang lebih berbobot dan relevan dengan persoalan di masyarakat. Dengan dukungan dari UNS, kami optimis santri MA PPMI Assalaam dapat berkembang menjadi peneliti muda yang kritis dan kreatif,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, para santri juga akan mendapatkan akses lebih luas terhadap sumber daya perpustakaan akademik, pendampingan penulisan karya ilmiah, serta penguatan literasi riset. Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan terjalinnya kemitraan ini, MA PPMI Assalaam menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem pendidikan berbasis riset di lingkungan pesantren. Diharapkan para santri tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan memberi kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
SMA Assalaam menyelenggarakan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) 2026 bagi santri Fase F (kelas XII) yang berlangsung pada 23 Februari hingga 7 Maret 2026. Pada waktu yang sama, sekolah juga melaksanakan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) bagi santri Fase E (kelas X) dan Fase F (kelas XI).
Pelaksanaan asesmen tahun ini memiliki perbedaan dibandingkan dua tahun sebelumnya. Jika sebelumnya ujian dilakukan di kelas masing-masing, pada semester ini SMA Assalaam kembali menerapkan sistem rolling class atau pengacakan ruang ujian.
Melalui sistem tersebut, ruang ujian diatur dengan komposisi campuran antara santri kelas X, XI, dan XII. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi siswa, melatih kemandirian, sekaligus meminimalisasi potensi kecurangan selama pelaksanaan ujian.
SMA Assalaam Sukoharjo Gelar ASAJ 2026 dengan Sistem Rolling Class di Bulan RamadhanSMA Assalaam Sukoharjo Gelar ASAJ 2026 dengan Sistem Rolling Class di Bulan Ramadhan
Dengan duduk berdampingan bersama siswa dari jenjang berbeda, para santri diharapkan lebih fokus dalam mengerjakan soal serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dan integritas, yang menjadi karakter utama pendidikan di SMA Assalaam.
Pelaksanaan ASAJ 2026 di SMA Assalaam Sukoharjo berlangsung mulai Senin, 23 Februari hingga Sabtu, 7 Maret 2026. Untuk menyesuaikan ritme belajar selama bulan Ramadhan, jadwal ujian dibagi dalam dua sesi setiap hari:
Sesi I: 07.30 – 09.00 WIB
Sesi II: 09.15 – 10.15 WIB
Kepala SMA Assalaam, Ustadz Wahyudi, menyampaikan bahwa suasana Ramadhan justru menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai integritas kepada para santri.
“Suasana Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat karakter kejujuran. Melalui sistem rolling class ini, kami ingin memastikan hasil asesmen lebih objektif sekaligus melatih kedisiplinan para santri,” ujarnya.
Meski waktu ujian selesai sebelum tengah hari, pihak sekolah memastikan bahwa seluruh materi asesmen tetap tersampaikan secara optimal dengan standar penilaian yang tetap terjaga. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas lulusan SMA Assalaam Sukoharjo tetap unggul baik dari sisi akademik maupun pembinaan karakter.
Assalaam Observatory sukses menjadi host utama dalam siaran langsung (live streaming) pengamatan nasional Gerhana Bulan Total (GBT) 2026 pada Selasa, 3 Maret 2026. Mengusung tema “Membedah Rahasia Ayat Kauniyah”, kegiatan ini memperlihatkan sinergi kuat antara sains dan nilai-nilai spiritual dalam memahami fenomena alam.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi enam titik observasi dari berbagai pesantren dan lembaga pendidikan di Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Selain Assalaam Observatory sebagai pusat kendali, pengamatan juga dilakukan di beberapa lokasi, di antaranya observatorium SD Muhammadiyah An-Najah Klaten, Ponpes MTA Karanganyar, Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus, Ponpes Al-Islam Joresan Ponorogo, serta Ponpes Maskumambang Gresik.
Kolaborasi 6 Observatorium, Assalaam Observatory Ungkap Fenomena Gerhana Bulan Total 2026 dalam Perspektif Sains dan Spiritual
Sinergi Jejaring Observatorium Santri Melalui koordinasi lintas daerah, kegiatan ini menjadi bukti berkembangnya jejaring astronomi berbasis pesantren. Setiap titik observasi berperan dalam mengirimkan laporan visual dan data pengamatan secara real-time untuk disiarkan kepada publik.
Namun demikian, tantangan cuaca berupa mendung dan hujan lebat sempat menghambat pengamatan di sebagian besar wilayah, termasuk pusat kendali di Surakarta. Meski begitu, sistem kolaboratif ini menunjukkan efektivitasnya. Observatorium Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan, Kudus, berhasil menangkap momen fase totalitas gerhana.
Dokumentasi yang diambil oleh Ustadz Nur Sidqon pada pukul 18.49 WIB menjadi visual utama dalam siaran langsung. Gambar tersebut memperlihatkan bulan berwarna merah tembaga saat fase totalitas, yang berlangsung selama 57 menit dengan puncaknya terjadi pada pukul 19.03 WIB.
Integrasi Sains dan Ibadah Tidak hanya berfokus pada aspek ilmiah, kegiatan ini juga menghadirkan dimensi spiritual melalui pelaksanaan Sholat Gerhana (Khusuf) di Masjid PPMI Assalaam. Ibadah tersebut dipimpin oleh Ustadz M. Faisal Rabbani, S.Pd., dan dilanjutkan dengan khutbah oleh Ustadz Ammar Ali Shahbal, S.Ag.
Momentum ini menjadi representasi nyata integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai keislaman. Ketika pengamatan visual terhalang cuaca, keyakinan berbasis perhitungan hisab tetap menegaskan bahwa fenomena alam merupakan bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah.
Komitmen Edukasi Astronomi Berbasis Pesantren Keberhasilan kolaborasi enam observatorium ini menegaskan peran strategis Assalaam Observatory dalam mengembangkan edukasi astronomi berbasis pesantren. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman ilmiah kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat kesadaran spiritual dalam memaknai fenomena langit sebagai bagian dari ayat kauniyah.
Melalui program berkelanjutan seperti ini, PPMI Assalaam terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang integratif—menggabungkan sains, teknologi, dan nilai-nilai keislaman dalam satu ekosistem pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Sukoharjo kembali menggelar Tabligh Akbar Ramadhan 1447 H yang diikuti oleh seluruh santri pada Ahad pagi, 1 Maret 2026, bertempat di Masjid PPMI Assalaam. Kegiatan yang dilaksanakan setelah shalat Subuh berjamaah ini menghadirkan pemateri Prof. Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag.
Dalam kajian tersebut, Prof. Ustadi Hamsah menyampaikan materi bertema “Menjadi Muslim Rahmatan Lil ‘Alamin: Refleksi Ramadhan untuk Generasi Assalaam.” Melalui tema ini, para santri diajak untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai sosok pemimpin yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Beliau menjelaskan bahwa Rasulullah SAW adalah teladan utama dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan. Meski menghadapi berbagai penolakan, hinaan, bahkan kebencian, Rasulullah tetap menunjukkan sikap sabar, pemaaf, dan terus menebarkan kasih sayang kepada sesama.
Tabligh Akbar Ramadhan 1447 H PPMI Assalaam: Prof. Ustadi Hamsah Ajak Santri Menjadi Muslim Rahmatan Lil ‘AlaminTabligh Akbar Ramadhan 1447 H PPMI Assalaam: Prof. Ustadi Hamsah Ajak Santri Menjadi Muslim Rahmatan Lil ‘Alamin
Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Anbiya ayat 107 yang menegaskan bahwa Rasulullah diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Kepemimpinan beliau tidak dibangun dengan kemarahan atau kebencian, melainkan dengan kelembutan, keteladanan, dan kasih sayang.
Selain itu, Prof. Ustadi Hamsah juga mengingatkan pentingnya sifat lemah lembut dalam kehidupan seorang muslim sebagaimana dijelaskan dalam QS. Ali Imran ayat 159, bahwa kelembutan hati menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam membangun hubungan dan kepemimpinan.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga membagikan lima kiat menjadi Muslim Rahmatan Lil ‘Alamin, yaitu:
Memiliki sifat lemah lembut sebagai rahmat dari Allah.
Menjadi pribadi yang pemaaf dan menjaga amanah.
Membiasakan istighfar dan memohon ampun kepada Allah.
Mengedepankan musyawarah dalam setiap keputusan.
Bertawakal kepada Allah setelah berikhtiar secara maksimal.
Melalui Tabligh Akbar Ramadhan 1447 H di PPMI Assalaam Sukoharjo ini, diharapkan para santri semakin memahami nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pesantren dalam membentuk generasi santri yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap memberi manfaat bagi masyarakat.