TKA DAN PENGUATAN LITERASI DI ASSALAAM: BUKAN HANYA HAFALAN MELAINKAN PEMAHAMAN MENDALAM

TKA dan Penguatan Literasi di Assalaam: Bukan Hanya Hafalan Melainkan Pemahaman Mendalam

Penulis : Oktivita
Guru MTs PPMI Assalaam dan Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMS

 

Sebanyak 340 santri kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam telah mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada tanggal  13 dan 14 April 2026 di ruang laboratorium. Pelaksanaan tahun ini menjadi momen perdana diberlakukannya TKA, setelah pemerintah resmi membuka pendaftaran untuk  jenjang SD/MI dan SMP/MTs tahun 2026 pada 19 Januari hingga 28 Februari 2026 melalui kanal resmi Kemendikdasmen.

Dengan syarat utama memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang valid, para santri mengikuti ujian ini dengan tertib dan terarah. TKA merupakan instrumen nasional evaluasi akademik yang dirancang untuk mengukur capaian belajar peserta didik secara komprehensif.  Pelaksanaannya pun didukung oleh landasan regulasi yang jelas, yaitu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 9 Tahun 2025, dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2025 tentang Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

TKA DAN PENGUATAN LITERASI DI ASSALAAM: BUKAN HANYA HAFALAN MELAINKAN PEMAHAMAN MENDALAM

Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebagai pembaruan sistem evaluasi pendidikan di Indonesia menekankan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Berbeda dengan sistem sebelumnya yang cenderung berorientasi pada hafalan, TKA dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi seperti analisis, logika, dan pemecahan masalah. “Melalui TKA, siswa tidak hanya membaca, tetapi dituntut memahami makna, menarik kesimpulan, bahkan mengkritisi isi teks. Ini yang membuat literasi mereka benar-benar terasah, “Kata Ustadz Hedonal. Ini menunjukkan bahwa TKA mendorong pergeseran cara belajar siswa dari sekedar memahami permukaan teks menuju kemampuan berpikir yang lebih mendalam dan reflektif, sehingga literasi tidak lagi bersifat pasif, melainkan aktif dan kritis.

Sementara itu, pada aspek numerasi yang berkaitan erat dengan literasi, Ustadzah Merking menyampaikan, “Dalam TKA, soal matematika tidak lagi sekadar hitungan, tetapi dikemas dalam bentuk cerita atau konteks. Siswa harus memahami informasi dalam soal terlebih dahulu sebelum menyelesaikannya.” Hal ini menegaskan bahwa kemampuan numerasi dalam TKA tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan literasi dalam membentuk pola pikir logis dan sistematis siswa.

Berdasarkan laman resmi Kemendikdasmen https://tka.kemendikdasmen.go.id pada tahun 2026 tercatat lebih dari 61 ribu satuan pendidikan jenjang SMP/MTs dengan lebih dari 4,3 juta peserta, di mana sebagian besar sekolah telah melaksanakan TKA secara mandiri dan berbasis dalam jaringan. Tingginya angka partisipasi ini menjadi indikator bahwa kebijakan TKA tidak hanya diterima, tetapi juga direspon secara positif oleh satuan pendidikan sebagai langkah maju dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

TKA DAN PENGUATAN LITERASI DI ASSALAAM: BUKAN HANYA HAFALAN MELAINKAN PEMAHAMAN MENDALAM

Tingginya angka partisipasi tersebut juga tercermin dari respon positif para siswa sebagai subjek utama pelaksanaan TKA. Salah satu siwa kelas IX MTs PPMI Assalaam mengungkapkan, ”Saya lebih suka TKA karena soalnya tidak hanya menghafal, tapi mengajak saya berpikir dan memahami konteks. Jadi terasa lebih menantang sekaligus bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari.” Selain itu, pembelajaran literasi yang selama ini kami lakukan juga sangat membantu, karena saya lebih mudah memahami soal cerita, baik numerasi maupun Bahasa Indonesia. Pernyataan ini menunjukkan bahwa TKA mendorong siswa berpikir lebih kritis sekaligus menegaskan pentingnya kemampuan literasi dalam memahami berbagai bentuk soal secara komprehensif.

Regulasi penerapan TKA diharapkan menegaskan bahwa penilaian pendidikan berfungsi sebagai penjamin mutu sekaligus alat evaluasi sistem pembelajaran. Dalam konteks ini, TKA tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur capaian akademik, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk mendorong perubahan paradigma pembelajaran dari hafalan menuju pemahaman.

TKA DAN PENGUATAN LITERASI DI ASSALAAM: BUKAN HANYA HAFALAN MELAINKAN PEMAHAMAN MENDALAM

Tujuan utama Tes Kompetensi Akademik tidak hanya mengukur capaian akhir siswa, melainkan memastikan ketercapaian kompetensi esensial yang selaras dengan arah kurikulum merdeka, terutama dalam penguatan literasi dan numerasi. Dalam kerangka ini, TKA berperan sebagai  sebagai instrumen evaluasi autentik yang menilai kemampuan memahami, menganalisis, serta mengaplikasikan pengetahuan dalam konteks nyata. Oleh karena itu, TKA diharapkan menjadi alat ukur yang tepat dan bijak untuk menilai proses dan hasil pembelajaran siswa di Indonesia.

Lebih dari sekadar penilaian akhir,  TKA memberikan gambaran menyeluruh tentang cara berpikir, tingkat pemahaman, serta keterampilan literasi dan numerasi siswa. Jika dimanfaatkan secara proporsional dan dipadukan dengan sistem penilaian lain,  TKA dapat menjadi dasar refleksi yang konstruktif dalam meningkatan kualitas pembelajaran, sehingga pendidikan benar-benar berorientasi pada pengembangan kompetensi dan pemaknaan belajar secara mendalam.

Santri Assalaam Dalami Bioteknologi dan Polimer Secara Praktis

Santri Assalaam Dalami Bioteknologi dan Polimer Secara Praktis

Santri SMA Assalaam Fase E dan F (kelas X dan XI) PPMI Assalaam mengikuti kegiatan SMART SAINS pada Rabu, 13 April 2026. Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Layanan Pendidikan (PLP) ini dilaksanakan di Kopel SMA dan Laboratorium IPA.

Dalam kegiatan tersebut, santri putri kelas X mempelajari pembuatan produk bioteknologi melalui praktik fermentasi, yaitu yogurt dan tepache. Yogurt dikenal sebagai produk fermentasi susu yang kaya kalsium, protein, serta probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan dan imunitas. Sementara itu, tepache merupakan minuman fermentasi tradisional berbahan dasar kulit nanas, gula, dan rempah.

Santri Assalaam Dalami Bioteknologi dan Polimer Secara Praktis
Santri Assalaam Dalami Bioteknologi dan Polimer Secara Praktis

Adapun santri putri kelas XI melakukan praktik pembuatan kerajinan berbahan resin. Resin merupakan senyawa cair yang dapat mengeras menjadi bahan padat transparan atau berwarna, yang banyak digunakan dalam kerajinan dan industri.

Pembimbing kegiatan, Ustadzah Anita Kusdarini, S.Pd. dan Ustadzah Kartika Dewi N., S.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis kepada santri dalam menerapkan konsep bioteknologi fermentasi serta prinsip dasar polimer.

 

Santri Assalaam Dalami Bioteknologi dan Polimer Secara Praktis

Selain itu, kegiatan SMART SAINS juga dirancang untuk melatih keterampilan proses ilmiah (scientific process skills), seperti mengamati, mengikuti prosedur, mengontrol variabel, dan mengevaluasi hasil.

Melalui kegiatan ini, diharapkan santriwati tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Silaturahmi YAPIDH Bekasi di Assalaam, Dorong Ekosistem Pendidikan Islam Berkualitas

Silaturahmi YAPIDH Bekasi di Assalaam, Dorong Ekosistem Pendidikan Islam Berkualitas

Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam menerima kunjungan dari Yayasan Perguruan Islam Darul Hikmah (YAPIDH) Bekasi pada Rabu (22/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang meeting lantai 1 PPMI Assalaam ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi strategis dalam pengembangan pendidikan Islam.

Rombongan YAPIDH Bekasi hadir dengan jajaran pimpinan yayasan, di antaranya Ketua Dewan Pembina H. Heri Koeswara, M.A., Sekretaris Yayasan H. Maftuh Asmuni, Lc., M.Pd.I., serta Ketua Pengurus Harian Dr. Ahmad Kusyairi, M.A.

Silaturahmi YAPIDH Bekasi di Assalaam, Dorong Ekosistem Pendidikan Islam Berkualitas
Silaturahmi YAPIDH Bekasi di Assalaam, Dorong Ekosistem Pendidikan Islam Berkualitas

Kedatangan rombongan disambut oleh Ketua Majelis Bidang Pendidikan Yayasan Majelis Islam Surakarta, Dr. Bashir Mujahid, M.Pd., bersama Kepala Bagian HRD PPMI Assalaam serta perwakilan bagian kesantrian putra dan putri.

Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, kedua belah pihak terlibat dalam diskusi konstruktif terkait pengelolaan lembaga, penguatan sumber daya manusia, serta pengembangan sistem pendidikan pesantren yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Pertukaran pengalaman dan gagasan menjadi poin penting dalam pertemuan tersebut.

Silaturahmi YAPIDH Bekasi di Assalaam, Dorong Ekosistem Pendidikan Islam Berkualitas
Silaturahmi YAPIDH Bekasi di Assalaam, Dorong Ekosistem Pendidikan Islam Berkualitas

Pihak YAPIDH Bekasi menyampaikan harapan agar silaturahmi ini dapat terus terjalin secara berkelanjutan, tidak hanya dalam bentuk kunjungan, tetapi juga kerja sama nyata antar lembaga. Hal ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya ekosistem pendidikan Islam yang berkualitas, unggul, dan berdaya saing.

Sementara itu, PPMI Assalaam menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat jaringan dan sinergi antar lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta komitmen untuk terus menjalin komunikasi dan kolaborasi di masa mendatang.

Alumni Kembali ke Almamater, PPTQ SahabatQu Kunjungi PPMI Assalaam

Alumni Kembali ke Almamater, PPTQ SahabatQu Kunjungi PPMI Assalaam

Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam menerima kunjungan silaturahmi dari PPTQ SahabatQu pada Sabtu (18/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang meeting lantai 1 ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kelembagaan sekaligus bertukar gagasan untuk pengembangan pendidikan Islam.

Rombongan PPTQ SahabatQu dipimpin langsung oleh Direktur, Danin Billah, S.Hum., M.Pd., yang merupakan alumni PPMI Assalaam. Kehadiran beliau bersama tim disambut hangat oleh jajaran pimpinan Assalaam, di antaranya Wakil Direktur I, Ustadz Sigit Rahardja, M.Pd., serta Ustadz Shodiq Anwar, M.M.

Alumni Kembali ke Almamater, PPTQ SahabatQu Kunjungi PPMI Assalaam
Alumni Kembali ke Almamater, PPTQ SahabatQu Kunjungi PPMI Assalaam

Dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan, kedua belah pihak terlibat dalam diskusi konstruktif seputar pengelolaan lembaga pendidikan, penguatan kurikulum, serta strategi peningkatan kualitas santri. Berbagai pengalaman dan praktik terbaik dibagikan sebagai upaya bersama dalam menghadapi tantangan pendidikan Islam di era modern.

Direktur PPTQ SahabatQu, Danin Billah, menyampaikan rasa haru dan bangganya dapat kembali ke almamaternya dalam kapasitas sebagai mitra kolaborasi. Ia berharap hubungan ini dapat terus terjalin dan memberikan manfaat luas bagi pengembangan lembaga pendidikan Islam.

Alumni Kembali ke Almamater, PPTQ SahabatQu Kunjungi PPMI Assalaam
Alumni Kembali ke Almamater, PPTQ SahabatQu Kunjungi PPMI Assalaam

 

Sementara itu, pihak PPMI Assalaam menyambut baik kunjungan tersebut sebagai langkah positif dalam membangun sinergi antar lembaga. Diharapkan, silaturahmi ini tidak hanya berhenti pada pertemuan semata, tetapi dapat berlanjut pada program-program kolaboratif yang konkret di masa mendatang.

Kunjungan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen untuk terus menjalin komunikasi yang intensif demi kemajuan pendidikan Islam yang lebih berkualitas dan berdaya saing.

Takmir Fun Game PPMI Assalaam Kenalkan Zikir dan Doa Secara Interaktif

Takmir Fun Game PPMI Assalaam Kenalkan Zikir dan Doa Secara Interaktif

Kegiatan Takmir Fun Game (Zikir–Doa) digelar pada Ahad, 17 April 2026 pukul 16.00–17.00 WIB di depan Assalaam Center PPMI Assalaam. Kegiatan ini diikuti oleh santri kelas 7 dan 8 (sighor).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh bagian Takmir OP3MIA ini dikemas dalam bentuk permainan dan tantangan seputar hafalan serta pemahaman zikir dan doa setelah shalat.

Takmir Fun Game PPMI Assalaam Kenalkan Zikir dan Doa Secara Interaktif

Takmir Fun Game PPMI Assalaam Kenalkan Zikir dan Doa Secara Interaktif
Takmir Fun Game PPMI Assalaam Kenalkan Zikir dan Doa Secara Interaktif

Melalui konsep edukatif dan interaktif, peserta diajak untuk memahami materi ibadah dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan. Berbagai permainan yang disajikan mendorong keterlibatan aktif santri selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan Takmir Fun Gamne bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai ibadah kepada seluruh santri, khususnya dalam pembiasaan zikir dan doa setelah shalat, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Sapa Salam PPMI Assalaam Hadirkan Konten Kreator sebagai Pemateri

Kegiatan Sapa Salam PPMI Assalaam Hadirkan Konten Kreator sebagai Pemateri

Sukoharjo — Kegiatan Sapa Salam yang diselenggarakan pada 16 April 2026 di Gelora PPMI Assalaam berlangsung dengan lancar dan diikuti oleh para santri, asatidz, serta tamu undangan.

Kegiatan ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi sekaligus sarana berbagi wawasan kepada para peserta. Dalam kesempatan tersebut, panitia menghadirkan Afnan Faiz, konten kreator dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, sebagai pemateri.

Dalam penyampaiannya, Afnan Faiz menjelaskan mengenai pengalaman berkarya di bidang digital kreatif, termasuk proses membangun personal branding di media sosial. Ia juga menekankan pentingnya konsistensi, kreativitas, serta pemanfaatan teknologi secara bijak.

Selain itu, peserta mendapatkan motivasi untuk mengembangkan potensi diri serta memanfaatkan media sosial secara positif. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara pemateri dan peserta.

Kegiatan Sapa Salam PPMI Assalaam Hadirkan Konten Kreator sebagai Pemateri
Kegiatan Sapa Salam PPMI Assalaam Hadirkan Konten Kreator sebagai Pemateri

Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri memperoleh tambahan wawasan serta mampu mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan zaman, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

PPMI Assalaam Terima Kunjungan Silaturahmi Yayasan Ibnu Abbas Klaten

PPMI Assalaam Terima Kunjungan Silaturahmi Yayasan Ibnu Abbas Klaten

Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam menerima kunjungan silaturahmi dari Yayasan Ibnu Abbas Klaten pada Rabu (8/4/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membangun sinergi dalam pengembangan pendidikan Islam yang lebih berkualitas.

Rombongan dipimpin oleh Ketua Yayasan Ibnu Abbas Klaten, Ir. Hj. Suciningsih, beserta jajaran pengurus yayasan. Kehadiran mereka disambut hangat oleh pihak PPMI Assalaam dalam suasana penuh keakraban, disambut langsung Ketua Majelis bidang Pendidikan YMPIS, Dr. H. Bashir Mujahid, M.Ag dan H. Sigit Rahardja, M.Pd selaku Wakil Direktur II PPMI Assalaam.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang diskusi untuk saling berbagi pengalaman dan gagasan dalam pengelolaan lembaga pendidikan berbasis pesantren. Kedua belah pihak berharap kolaborasi yang terjalin dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam.

PPMI Assalaam Terima Kunjungan Silaturahmi Yayasan Ibnu Abbas Klaten
PPMI Assalaam Terima Kunjungan Silaturahmi Yayasan Ibnu Abbas Klaten

Setelah sesi silaturahmi, rombongan Yayasan Ibnu Abbas Klaten melanjutkan agenda dengan berkeliling lingkungan PPMI Assalaam. Kunjungan mencakup berbagai fasilitas penunjang pendidikan, mulai dari area resto, perpustakaan, hingga sarana pendukung lainnya yang menjadi bagian dari sistem pendidikan terpadu di lingkungan pesantren.

Selama peninjauan berlangsung, diskusi interaktif terus terjalin, membahas berbagai aspek pengelolaan fasilitas, layanan pendidikan, serta pengembangan lingkungan belajar yang nyaman dan produktif bagi santri.

PPMI Assalaam Terima Kunjungan Silaturahmi Yayasan Ibnu Abbas Klaten
PPMI Assalaam Terima Kunjungan Silaturahmi Yayasan Ibnu Abbas Klaten

Melalui kunjungan ini, PPMI Assalaam kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang terbuka untuk kolaborasi dan terus berinovasi dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.

Apel dan Halal Bihalal PPMI Assalaam: Momentum Syawal Perkuat Ukhuwah dan Semangat Prestasi Santri

Apel dan Halal Bihalal PPMI Assalaam: Momentum Syawal Perkuat Ukhuwah dan Semangat Prestasi Santri

Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam menggelar Apel dan Halal Bihalal bersama seluruh santri dan pengasuh pada Senin (6/4/2026) di lapangan sepak bola PPMI Assalaam. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah sekaligus membangun kembali semangat belajar pasca Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.

Apel diikuti oleh seluruh santri dari berbagai jenjang, jajaran pimpinan, serta para pengasuh di lingkungan PPMI Assalaam. Bertindak sebagai pembina apel, Sholeh Pratono, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada santri kelas XII yang telah berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi.

Apel dan Halal Bihalal PPMI Assalaam: Momentum Syawal Perkuat Ukhuwah dan Semangat Prestasi Santri
Apel dan Halal Bihalal PPMI Assalaam: Momentum Syawal Perkuat Ukhuwah dan Semangat Prestasi Santri

Dalam amanatnya, beliau juga memberikan motivasi kepada santri yang masih berproses untuk tetap berikhtiar dan tidak menyerah dalam meraih cita-cita. Mengutip pesan Imam Syafi’i, beliau menegaskan pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu.

“Jika kamu tidak tahan lelahnya belajar, maka bersiaplah menahan perihnya kebodohan,” pesannya di hadapan seluruh peserta apel.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan Halal Bihalal yang berlangsung penuh kehangatan. Seluruh santri dan pengasuh saling bersalaman sebagai bentuk saling memaafkan dan mempererat hubungan kekeluargaan di bulan Syawal.

Apel dan Halal Bihalal PPMI Assalaam: Momentum Syawal Perkuat Ukhuwah dan Semangat Prestasi Santri
Apel dan Halal Bihalal PPMI Assalaam: Momentum Syawal Perkuat Ukhuwah dan Semangat Prestasi Santri

Kegiatan ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga bagian dari pembinaan karakter santri di PPMI Assalaam. Melalui apel dan Halal Bihalal, diharapkan seluruh santri dapat kembali menjalani aktivitas pendidikan dengan semangat baru, hati yang bersih, serta komitmen kuat dalam meraih prestasi dan menjaga nilai-nilai keislaman.

Santri PPMI Assalaam Kembali ke Ma’had Pasca Libur Ramadhan 1447 H, Awali Pembelajaran dengan Semangat Baru

Santri PPMI Assalaam Kembali ke Ma’had Pasca Libur Ramadhan 1447 H, Awali Pembelajaran dengan Semangat Baru

Santri Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam kembali ke ma’had pada Ahad (5/4/2026) setelah menjalani libur Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H. Kembalinya para santri menandai dimulainya kembali aktivitas pendidikan dan pembinaan Tahun Ajaran 2025/2026.

Sejak pagi, kedatangan santri berlangsung tertib dengan diantar langsung oleh orang tua/wali maupun melalui konsulat daerah asal yang didampingi pembimbing. Suasana haru dan bahagia menyelimuti lingkungan pondok, terlihat dari antusiasme serta wajah ceria para santri yang siap kembali menjalani proses tholabul ‘ilmi.

Santri PPMI Assalaam Kembali ke Ma’had Pasca Libur Ramadhan 1447 H, Awali Pembelajaran dengan Semangat Baru

Santri PPMI Assalaam Kembali ke Ma’had Pasca Libur Ramadhan 1447 H, Awali Pembelajaran dengan Semangat Baru
Santri PPMI Assalaam Kembali ke Ma’had Pasca Libur Ramadhan 1447 H, Awali Pembelajaran dengan Semangat Baru

Momentum ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan kembali setelah liburan, tetapi juga sebagai titik awal untuk membangun kembali semangat belajar, kedisiplinan, serta kesiapan menjalani kehidupan pesantren yang terstruktur.

Pada malam harinya, PPMI Assalaam menyelenggarakan agenda penyambutan Ahlan wa Sahlan di Masjid PPMI Assalaam setelah pelaksanaan shalat Isya berjamaah. Kegiatan ini diisi dengan pengarahan oleh Wakil Direktur I Bidang Pendidikan dan Kesantrian, H. Edi Suprapto.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas kembalinya seluruh santri serta menegaskan pentingnya meluruskan niat dalam menuntut ilmu. Santri diharapkan kembali menjalani kehidupan pondok dengan penuh keikhlasan, kedisiplinan, dan kesungguhan.

Santri PPMI Assalaam Kembali ke Ma’had Pasca Libur Ramadhan 1447 H, Awali Pembelajaran dengan Semangat Baru
Santri PPMI Assalaam Kembali ke Ma’had Pasca Libur Ramadhan 1447 H, Awali Pembelajaran dengan Semangat Baru

“Malam ini menjadi awal untuk menghidupkan kembali tradisi dan kedisiplinan pesantren setelah masa libur. Datanglah dengan niat yang baik dan ikhlas agar proses pembelajaran berjalan optimal,” ujarnya.

Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga adab, merawat fasilitas pondok, serta membangun interaksi yang baik selama di lingkungan ma’had. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula bahwa santri kelas IX dan XII akan mengikuti pembinaan khusus sebagai bagian dari persiapan menghadapi tahapan pendidikan selanjutnya.

Kembalinya santriwati ke PPMI Assalaam diharapkan mampu menumbuhkan kembali semangat belajar, memperkuat karakter, serta meningkatkan kesiapan dalam menempuh proses pendidikan. Momentum pasca-Ramadhan ini menjadi langkah awal bagi santri untuk terus berkembang menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Re-Charging Murabbiyah PPMI Assalaam: Perkuat Spirit Pengasuhan Santri Berbasis Keikhlasan dan Keteladanan

Re-Charging Murabbiyah PPMI Assalaam: Perkuat Spirit Pengasuhan Santri Berbasis Keikhlasan dan Keteladanan

Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam kembali menguatkan kualitas pengasuhan santri melalui kegiatan Re-Charging Murabbiyah yang diikuti oleh seluruh pengasuh kesantrian putri, Sabtu (4/4/2026). Kegiatan ini digelar di Assalaam Center setelah agenda rutin Tandhiful ‘Aam (kebersihan umum).

Menghadirkan pemateri Dr Amien Ashiddiqi, kegiatan ini menjadi momentum penyegaran spiritual sekaligus penguatan kapasitas pengasuh dalam mendampingi santriwati secara optimal.

Dalam penyampaiannya, Dr. Amien menegaskan bahwa peran murabbiyah (pengasuh) bukan sekadar profesi, melainkan panggilan ilahi yang menuntut keikhlasan dan komitmen tinggi. “Pengasuhan adalah investasi akhirat. Apa yang diniatkan karena Allah akan bernilai abadi,” tegasnya.

Enam Pilar Penguatan Murabbiyah
Materi yang disampaikan berfokus pada enam prinsip utama dalam pengasuhan santri, yaitu pembaruan niat (tajdidu niyyah), menjaga amanah, fokus energi dalam tugas inti, kesabaran dan resiliensi, keteladanan (uswah hasanah), serta pengembangan growth mindset agar adaptif terhadap karakter generasi Z.

Pengasuh juga diingatkan untuk memaknai amanah sebagai kehormatan dari Allah, bukan sekadar beban administratif. Selain itu, pentingnya keteladanan menjadi sorotan utama, di mana perilaku pengasuh dinilai sebagai “kurikulum hidup” yang lebih berdampak dibandingkan sekadar nasihat lisan.

Re-Charging Murabbiyah PPMI Assalaam: Perkuat Spirit Pengasuhan Santri Berbasis Keikhlasan dan Keteladanan

Re-Charging Murabbiyah PPMI Assalaam: Perkuat Spirit Pengasuhan Santri Berbasis Keikhlasan dan Keteladanan
Re-Charging Murabbiyah PPMI Assalaam: Perkuat Spirit Pengasuhan Santri Berbasis Keikhlasan dan Keteladanan

Pengasuhan Berbasis Nilai Spiritual
Kegiatan ini turut menekankan tiga fondasi utama dalam membangun ruh pengasuhan, yaitu lillah (ikhlas karena Allah), billah (bersandar kepada Allah), dan ma’a Allah (merasa diawasi Allah). Ketiganya menjadi kunci agar pengasuh tetap kuat, tidak mudah lelah, serta menjaga integritas dalam setiap kondisi.

“Tanpa keikhlasan, pengasuh akan mudah lelah. Tanpa tawakal, akan merasa terbebani. Dan tanpa kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi, integritas akan mudah goyah,” menjadi pesan reflektif yang menguatkan seluruh peserta.

Lebih lanjut, ditekankan bahwa ruh pengasuh menjadi aspek paling krusial dalam sistem pendidikan pesantren. Pengasuh bukan hanya penjaga asrama, tetapi berperan sebagai “orang tua ideologis” yang membentuk karakter dan masa depan santri.

 

Re-Charging Murabbiyah PPMI Assalaam: Perkuat Spirit Pengasuhan Santri Berbasis Keikhlasan dan Keteladanan
Re-Charging Murabbiyah PPMI Assalaam: Perkuat Spirit Pengasuhan Santri Berbasis Keikhlasan dan Keteladanan

Komitmen PPMI Assalaam dalam Penguatan SDM Pengasuhan
Melalui kegiatan ini, PPMI Assalaam menegaskan komitmennya dalam membangun sistem pendidikan pesantren yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembinaan karakter melalui pengasuhan yang berkualitas.

Program Re-Charging Murabbiyah diharapkan mampu meningkatkan keimanan, memperkuat dedikasi, serta memperkaya metode pengasuhan yang relevan dengan perkembangan zaman, sehingga santri PPMI Assalaam tumbuh menjadi generasi berakhlak, tangguh, dan berdaya saing global.