Mengawali Semester II Tahun Pelajaran 2025/2026, Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam menggelar kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Pengabdian Masyarakat bagi perwakilan pengurus OP3MIA (Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam). Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 11 Januari, bertempat di Meeting Room Lantai 2 PPMI Assalaam.
Program pengabdian masyarakat ini difokuskan pada kegiatan mengajar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) serta kajian kultum di masjid-masjid sekitar PPMI Assalaam. Sebanyak 60 pengurus OP3MIA terpilih mengikuti pembekalan sebagai persiapan sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pengarahan dari Ketua Dewan Kyai PPMI Assalaam, yang disampaikan oleh Ustadz Dr. H. Kadarusman, M.Ag. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa puncak dari proses belajar adalah mengamalkan ilmu melalui keterlibatan langsung di masyarakat.


Beliau menekankan bahwa pengabdian santri tidak sebatas mengajarkan bacaan Iqra atau Al-Qur’an, namun juga menghadirkan akhlak mulia, keteladanan, serta manfaat nyata bagi umat. Santri, menurut beliau, merupakan duta dakwah Assalaam yang harus menampilkan wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin serta menjaga nama baik lembaga.
Setelah pengarahan dari Dewan Kyai, kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan sekaligus pelepasan resmi oleh Ustadz Dr. H. Arkanuddin Budianto, M.I.Kom, selaku Sekretaris PPMI Assalaam. Dalam sesi ini, beliau menyampaikan materi bertema “Keistimewaan Pengajar Al-Qur’an”, dengan menegaskan keutamaan orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
“Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari No. 5027)

Ustadz Arkanuddin menekankan bahwa pahala mengajarkan Al-Qur’an akan terus mengalir selama ilmu tersebut diamalkan. Selain itu, beliau menegaskan pentingnya prinsip “Al-adabu fauqal ‘ilmi” (adab di atas ilmu) sebagai fondasi keberkahan dalam pengabdian.
Pembekalan juga mencakup pemahaman adab dalam berbagai aspek, mulai dari adab kepada Allah dan ilmu, adab kepada guru, adab dalam proses belajar, hingga adab kepada sesama santri dan lingkungan, termasuk menjaga kebersihan masjid dan ukhuwah Islamiyah.
Dalam sesi teknis, Ustadz Arkanuddin turut membekali peserta dengan metode pengajaran Iqra dan Al-Qur’an yang efektif dan aplikatif, seperti bacaan langsung, CBSA, privat, modul, asistensi, hingga metode yang komunikatif, variatif, dan fleksibel. Selain itu, disampaikan pula evaluasi kesalahan umum dalam membaca Al-Qur’an, seperti makharijul huruf, panjang-pendek bacaan, dan tajwid, serta tahapan pembinaan bagi santri TPA yang belum lancar membaca.
Melalui kegiatan pembekalan ini, diharapkan para pengurus OP3MIA mampu menjalankan amanah pengabdian masyarakat dengan kompeten, beradab, dan penuh keikhlasan, khususnya dalam melayani masyarakat di sekitar Ma’had Assalaam.
Program ini menjadi wujud nyata komitmen PPMI Assalaam dalam membina santri agar tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga siap mengabdi dan berdakwah di tengah masyarakat.


