Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam menggelar kegiatan Alumni Menyapa Santri dan Alumni pada Sabtu (10/1) sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan nilai-nilai keislaman antara pesantren, santri, dan alumni Assalaam.

Alumni Assalaam Berbagi Inspirasi untuk Santri MTs dalam Program Alumni Menyapa

Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam menggelar kegiatan Alumni Menyapa Santri dan Alumni pada Sabtu (10/1) sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan nilai-nilai keislaman antara pesantren, santri, dan alumni Assalaam.

Kegiatan Alumni Menyapa Santri dilaksanakan pada sore hari dengan konsep alumni mengajar langsung ke kelas-kelas santri MTs kelas 9. Sebanyak 12 alumni diterjunkan ke 12 kelas untuk memberikan motivasi, berbagi pengalaman, serta menanamkan semangat belajar dan berprestasi kepada para santri Assalaam.

Melalui kegiatan ini, santri mendapatkan gambaran nyata tentang perjalanan pendidikan dan kehidupan setelah lulus dari pesantren. Alumni berbagi kisah perjuangan, tantangan, serta pentingnya menjaga nilai-nilai Islam dalam setiap fase kehidupan.

Alumni Assalaam Berbagi Inspirasi untuk Santri MTs dalam Program Alumni Menyapa
Alumni Assalaam Berbagi Inspirasi untuk Santri MTs dalam Program Alumni Menyapa
Alumni Assalaam Berbagi Inspirasi untuk Santri MTs dalam Program Alumni Menyapa
Alumni Assalaam Berbagi Inspirasi untuk Santri MTs dalam Program Alumni Menyapa

Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan agenda Assalaam Menyapa Alumni. Sebanyak 50 alumni hadir langsung di lingkungan PPMI Assalaam, sementara sekitar 150 alumni lainnya mengikuti kegiatan secara daring. Momen ini menjadi ajang temu kangen sekaligus penguatan ikatan emosional antara alumni dan almamater tercinta.

Dalam kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Edi Suprapto, M.Pd, Ustadz Drs. Muhammad Basith, dan Ustadzah Isticharah, S.Ag. Ketiganya menyampaikan pesan-pesan keislaman, nasihat kehidupan, serta pentingnya peran alumni dalam menjaga nama baik dan nilai pesantren.

Alumni Assalaam Berbagi Inspirasi untuk Santri MTs dalam Program Alumni Menyapa
Alumni Assalaam Berbagi Inspirasi untuk Santri MTs dalam Program Alumni Menyapa

Ustadz Muhammad Basith, sebagai ustadz senior PPMI Assalaam yang telah purna tugas, secara khusus mengingatkan para alumni agar tidak melupakan nilai-nilai Islam yang telah ditanamkan selama menjadi santri. Ia menegaskan bahwa identitas santri harus tetap melekat di manapun alumni berada.

Sementara itu, Ustadzah Isticharah, S.Ag mengajak para alumni untuk terus menjaga silaturahmi dengan para ustadz dan ustadzah serta dengan PPMI Assalaam sebagai rumah kedua mereka. Menurutnya, hubungan yang terjaga dengan pesantren akan menjadi sumber keberkahan dan kekuatan spiritual dalam kehidupan alumni.

Melalui kegiatan ini, PPMI Assalaam menegaskan komitmennya dalam membangun jejaring alumni yang kuat, berlandaskan nilai Islam, kebersamaan, dan kepedulian terhadap generasi santri berikutnya. Kegiatan Alumni Menyapa ini diharapkan menjadi jembatan keberlanjutan antara santri, alumni, dan pesantren dalam satu ikatan ukhuwah yang kokoh.

Bekali Santri OP3MIA, Ustadz Arkan : “Al-adabu fauqal ‘ilmi”

Bekali Santri Assalaam Pengajar TPA, Ustadz Arkan : “Al-adabu fauqal ‘ilmi”

Mengawali Semester II Tahun Pelajaran 2025/2026, Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam menggelar kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Pengabdian Masyarakat bagi perwakilan pengurus OP3MIA (Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam). Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 11 Januari, bertempat di Meeting Room Lantai 2 PPMI Assalaam.

Program pengabdian masyarakat ini difokuskan pada kegiatan mengajar TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) serta kajian kultum di masjid-masjid sekitar PPMI Assalaam. Sebanyak 60 pengurus OP3MIA terpilih mengikuti pembekalan sebagai persiapan sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat.

Kegiatan diawali dengan pengarahan dari Ketua Dewan Kyai PPMI Assalaam, yang disampaikan oleh Ustadz Dr. H. Kadarusman, M.Ag. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa puncak dari proses belajar adalah mengamalkan ilmu melalui keterlibatan langsung di masyarakat.

Bekali Santri OP3MIA, Ustadz Arkan : “Al-adabu fauqal ‘ilmi”
Bekali Santri OP3MIA, Ustadz Arkan : “Al-adabu fauqal ‘ilmi”
Bekali Santri OP3MIA, Ustadz Arkan : “Al-adabu fauqal ‘ilmi”
Bekali Santri OP3MIA, Ustadz Arkan : “Al-adabu fauqal ‘ilmi”

Beliau menekankan bahwa pengabdian santri tidak sebatas mengajarkan bacaan Iqra atau Al-Qur’an, namun juga menghadirkan akhlak mulia, keteladanan, serta manfaat nyata bagi umat. Santri, menurut beliau, merupakan duta dakwah Assalaam yang harus menampilkan wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin serta menjaga nama baik lembaga.

Setelah pengarahan dari Dewan Kyai, kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan sekaligus pelepasan resmi oleh Ustadz Dr. H. Arkanuddin Budianto, M.I.Kom, selaku Sekretaris PPMI Assalaam. Dalam sesi ini, beliau menyampaikan materi bertema “Keistimewaan Pengajar Al-Qur’an”, dengan menegaskan keutamaan orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

“Sebaik-baik orang di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari No. 5027)

Bekali Santri OP3MIA, Ustadz Arkan : “Al-adabu fauqal ‘ilmi”
Bekali Santri OP3MIA, Ustadz Arkan : “Al-adabu fauqal ‘ilmi”

Ustadz Arkanuddin menekankan bahwa pahala mengajarkan Al-Qur’an akan terus mengalir selama ilmu tersebut diamalkan. Selain itu, beliau menegaskan pentingnya prinsip “Al-adabu fauqal ‘ilmi” (adab di atas ilmu) sebagai fondasi keberkahan dalam pengabdian.

Pembekalan juga mencakup pemahaman adab dalam berbagai aspek, mulai dari adab kepada Allah dan ilmu, adab kepada guru, adab dalam proses belajar, hingga adab kepada sesama santri dan lingkungan, termasuk menjaga kebersihan masjid dan ukhuwah Islamiyah.

Dalam sesi teknis, Ustadz Arkanuddin turut membekali peserta dengan metode pengajaran Iqra dan Al-Qur’an yang efektif dan aplikatif, seperti bacaan langsung, CBSA, privat, modul, asistensi, hingga metode yang komunikatif, variatif, dan fleksibel. Selain itu, disampaikan pula evaluasi kesalahan umum dalam membaca Al-Qur’an, seperti makharijul huruf, panjang-pendek bacaan, dan tajwid, serta tahapan pembinaan bagi santri TPA yang belum lancar membaca.

Melalui kegiatan pembekalan ini, diharapkan para pengurus OP3MIA mampu menjalankan amanah pengabdian masyarakat dengan kompeten, beradab, dan penuh keikhlasan, khususnya dalam melayani masyarakat di sekitar Ma’had Assalaam.

Program ini menjadi wujud nyata komitmen PPMI Assalaam dalam membina santri agar tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga siap mengabdi dan berdakwah di tengah masyarakat.