Seluruh santri Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam mengikuti Pengajian Akbar Maulid Nabi Muhammad ﷺ pada Selasa (25/8) Kegiatan yang berlangsung setelah salat Subuh berjamaah tersebut digelar di Lapangan Assalaam Center dengan menghadirkan Ustadz Aziz Luqman, S.Ag. sebagai pemateri. Pengajian mengangkat tema “Menempa Ketangguhan Santri dari Teladan Nabi.”
Dalam tausiyahnya, Ustadz Aziz mengawali kajian dengan mengajak para santri mensyukuri nikmat Allah SWT, khususnya nikmat iman sebagai nikmat yang paling agung. Beliau menjelaskan bahwa secara umum nikmat Allah dapat dipahami dalam dua kategori, yaitu ni’mah muthlaqah dan nikmat muqayyadah.
Ni’mah muthlaqah merupakan nikmat yang berkaitan dengan kebahagiaan abadi di akhirat, terutama nikmat Islam dan nikmat mengikuti sunah. Nikmat tersebut menjadi bagian dari permohonan yang senantiasa dipanjatkan umat Islam dalam salat agar diberikan petunjuk menuju jalan orang-orang yang telah Allah beri nikmat.

Sementara itu, nikmat muqayyadah merupakan nikmat yang bersifat terbatas dan berkaitan dengan kehidupan dunia, seperti kesehatan, harta, kedudukan, keluarga, dan berbagai kenikmatan lainnya. Nikmat tersebut dapat diberikan kepada siapa saja, baik orang yang beriman maupun yang tidak beriman.
Memasuki pembahasan utama, Ustadz Aziz mengajak para santri meneladani ketangguhan Rasulullah ﷺ dalam menghadapi berbagai keadaan. Rasulullah ﷺ sebagai manusia juga mengalami kelelahan dan kesedihan, tetapi senantiasa bangkit dan melanjutkan perjuangan.
“Rasulullah juga manusia biasa. Beliau pernah merasa lelah dan sedih, namun beliau selalu bangkit kembali. Dari sinilah kita belajar bahwa semangat seorang muslim, khususnya santri, tidak boleh padam,” tegasnya.

Untuk membangun ketangguhan tersebut, Ustadz Aziz menyampaikan empat kunci yang dapat diterapkan para santri dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan positif di pondok dan tidak membiarkan waktu berlalu tanpa aktivitas yang bermanfaat.
Kedua, memilih sahabat yang tepat karena lingkungan pertemanan memiliki pengaruh besar terhadap karakter seseorang. Ketiga, membiasakan diri melakukan berbagai kebaikan, termasuk dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten. Keempat, terus belajar karena ilmu merupakan bekal utama bagi seorang santri.
Ustadz Aziz juga mengingatkan bahwa membangun kebiasaan baik membutuhkan proses. Sesuatu yang pada awalnya terasa berat dapat menjadi lebih mudah ketika dilakukan secara konsisten hingga menjadi kebiasaan.
“Di awal memang terasa berat karena belum terbiasa. Tapi semua butuh proses. Jika dua hal sudah saling berkaitan dan terbiasa dilakukan, maka semuanya akan terasa mudah,” pungkasnya.
Melalui Pengajian Akbar Maulid Nabi Muhammad ﷺ ini, PPMI Assalaam berharap para santri tidak hanya mengenal perjalanan dan keteladanan Rasulullah ﷺ, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ketangguhan dalam belajar, beribadah, menjaga pergaulan, dan menghadapi berbagai tantangan diharapkan menjadi bagian dari karakter santri Assalaam.
Dengan semangat meneladani Rasulullah ﷺ, para santri diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang kuat dalam iman, tangguh dalam menghadapi tantangan, berakhlak mulia, dan istiqamah dalam menuntut ilmu.



