Semarak Maulid Nabi 1448 H, Santriwati PPMI Assalaam Ikuti Lomba Sirah, LCC, dan Nasyid

Semarak Maulid Nabi 1448 H, Santriwati PPMI Assalaam Ikuti Lomba Sirah, LCC, dan Nasyid

Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ 1448 H di Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam berlangsung semarak. Berbagai perlombaan digelar untuk santriwati mulai dari kelas VII MTs hingga kelas V SLTA di Aula Santriwati sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk memeriahkan peringatan kelahiran Rasulullah ﷺ, tetapi juga menjadi ruang bagi para santriwati untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ sekaligus mengembangkan pengetahuan, kreativitas, dan kekompakan.

Dengan penuh antusiasme, para santriwati mengikuti sejumlah perlombaan yang telah disiapkan, yakni Lomba Sirah Nabawiyah, Lomba Cerdas Cermat (LCC) Keagamaan, dan Lomba Nasyid. Setiap perlombaan memberikan kesempatan kepada peserta untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperdalam nilai-nilai keislaman melalui suasana yang edukatif dan menyenangkan.

Semarak Maulid Nabi 1448 H, Santriwati PPMI Assalaam Ikuti Lomba Sirah, LCC, dan Nasyid Semarak Maulid Nabi 1448 H, Santriwati PPMI Assalaam Ikuti Lomba Sirah, LCC, dan Nasyid Semarak Maulid Nabi 1448 H, Santriwati PPMI Assalaam Ikuti Lomba Sirah, LCC, dan Nasyid

Setelah melalui proses penilaian, berikut para pemenang dalam Perlombaan Maulid Nabi Muhammad ﷺ 1448 H:

🏆 Lomba Sirah Nabawiyah
🥇 Juara 1: Kelas 3
🥈 Juara 2: Kelas 4

🎶 Lomba Nasyid
🥇 Juara 1: Kelas 3
🥈 Juara 2: Kelas 5

📚 Lomba Cerdas Cermat (LCC) Keagamaan
🥇 Juara 1: Kelas 4
🥈 Juara 2: Kelas 2

Para pemenang mendapatkan apresiasi atas capaian yang diraih. Sementara itu, seluruh peserta juga mendapat penghargaan atas keberanian untuk berpartisipasi, berkompetisi, dan memberikan kemampuan terbaik dalam setiap perlombaan.

Lebih dari sekadar kompetisi, rangkaian kegiatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ 1448 H menjadi momentum bagi para santriwati untuk semakin mengenal sosok Rasulullah ﷺ dan menumbuhkan kecintaan terhadap beliau. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah ﷺ diharapkan tidak berhenti pada kegiatan perlombaan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren maupun di luar pesantren.

Melalui kegiatan tersebut, PPMI Assalaam terus berupaya menghadirkan pendidikan yang memadukan pengetahuan, kreativitas, nilai keislaman, dan pembentukan karakter santri. Semangat memperingati Maulid Nabi pun diharapkan menjadi energi bagi seluruh santriwati untuk terus belajar, berprestasi, dan meneladani akhlak Rasulullah ﷺ.

Pengajian Akbar Maulid Nabi, PPMI Assalaam Tanamkan Ketangguhan Santri melalui Teladan Rasulullah

Pengajian Akbar Maulid Nabi, PPMI Assalaam Tanamkan Ketangguhan Santri melalui Teladan Rasulullah

Seluruh santri Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam mengikuti Pengajian Akbar Maulid Nabi Muhammad ﷺ pada Selasa (25/8) Kegiatan yang berlangsung setelah salat Subuh berjamaah tersebut digelar di Lapangan Assalaam Center dengan menghadirkan Ustadz Aziz Luqman, S.Ag. sebagai pemateri. Pengajian mengangkat tema “Menempa Ketangguhan Santri dari Teladan Nabi.”

Dalam tausiyahnya, Ustadz Aziz mengawali kajian dengan mengajak para santri mensyukuri nikmat Allah SWT, khususnya nikmat iman sebagai nikmat yang paling agung. Beliau menjelaskan bahwa secara umum nikmat Allah dapat dipahami dalam dua kategori, yaitu ni’mah muthlaqah dan nikmat muqayyadah.

Ni’mah muthlaqah merupakan nikmat yang berkaitan dengan kebahagiaan abadi di akhirat, terutama nikmat Islam dan nikmat mengikuti sunah. Nikmat tersebut menjadi bagian dari permohonan yang senantiasa dipanjatkan umat Islam dalam salat agar diberikan petunjuk menuju jalan orang-orang yang telah Allah beri nikmat.

Pengajian Akbar Maulid Nabi, PPMI Assalaam Tanamkan Ketangguhan Santri melalui Teladan Rasulullah Pengajian Akbar Maulid Nabi, PPMI Assalaam Tanamkan Ketangguhan Santri melalui Teladan Rasulullah

Sementara itu, nikmat muqayyadah merupakan nikmat yang bersifat terbatas dan berkaitan dengan kehidupan dunia, seperti kesehatan, harta, kedudukan, keluarga, dan berbagai kenikmatan lainnya. Nikmat tersebut dapat diberikan kepada siapa saja, baik orang yang beriman maupun yang tidak beriman.

Memasuki pembahasan utama, Ustadz Aziz mengajak para santri meneladani ketangguhan Rasulullah ﷺ dalam menghadapi berbagai keadaan. Rasulullah ﷺ sebagai manusia juga mengalami kelelahan dan kesedihan, tetapi senantiasa bangkit dan melanjutkan perjuangan.

“Rasulullah juga manusia biasa. Beliau pernah merasa lelah dan sedih, namun beliau selalu bangkit kembali. Dari sinilah kita belajar bahwa semangat seorang muslim, khususnya santri, tidak boleh padam,” tegasnya.

Pengajian Akbar Maulid Nabi, PPMI Assalaam Tanamkan Ketangguhan Santri melalui Teladan Rasulullah  Pengajian Akbar Maulid Nabi, PPMI Assalaam Tanamkan Ketangguhan Santri melalui Teladan Rasulullah Pengajian Akbar Maulid Nabi, PPMI Assalaam Tanamkan Ketangguhan Santri melalui Teladan Rasulullah

Untuk membangun ketangguhan tersebut, Ustadz Aziz menyampaikan empat kunci yang dapat diterapkan para santri dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan positif di pondok dan tidak membiarkan waktu berlalu tanpa aktivitas yang bermanfaat.

Kedua, memilih sahabat yang tepat karena lingkungan pertemanan memiliki pengaruh besar terhadap karakter seseorang. Ketiga, membiasakan diri melakukan berbagai kebaikan, termasuk dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten. Keempat, terus belajar karena ilmu merupakan bekal utama bagi seorang santri.

Ustadz Aziz juga mengingatkan bahwa membangun kebiasaan baik membutuhkan proses. Sesuatu yang pada awalnya terasa berat dapat menjadi lebih mudah ketika dilakukan secara konsisten hingga menjadi kebiasaan.

“Di awal memang terasa berat karena belum terbiasa. Tapi semua butuh proses. Jika dua hal sudah saling berkaitan dan terbiasa dilakukan, maka semuanya akan terasa mudah,” pungkasnya.

Melalui Pengajian Akbar Maulid Nabi Muhammad ﷺ ini, PPMI Assalaam berharap para santri tidak hanya mengenal perjalanan dan keteladanan Rasulullah ﷺ, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ketangguhan dalam belajar, beribadah, menjaga pergaulan, dan menghadapi berbagai tantangan diharapkan menjadi bagian dari karakter santri Assalaam.

Dengan semangat meneladani Rasulullah ﷺ, para santri diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang kuat dalam iman, tangguh dalam menghadapi tantangan, berakhlak mulia, dan istiqamah dalam menuntut ilmu.