Klaten — Madrasah Aliyah (MA) PPMI Assalaam kembali menyelenggarakan program pembinaan keagamaan melalui Camp Tahfidz Al-Qur’an bagi siswa kelas XI. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Selasa–Rabu, 27–28 Januari 2026, sebagai bagian dari upaya madrasah dalam memperkuat karakter Qur’ani santri di tengah dinamika pembelajaran akademik.
Camp Tahfidz dilaksanakan di dua lokasi terpisah. Peserta putra mengikuti kegiatan di Kompleks Masjid Ar-Ridho, Wunut, Tulung, Klaten, sementara peserta putri melaksanakan Camp Tahfidz di Karanganom, Klaten. Pemilihan lokasi yang kondusif dan jauh dari hiruk-pikuk aktivitas harian bertujuan menciptakan suasana yang tenang, fokus, serta mendukung interaksi intensif santri dengan Al-Qur’an.
Program Camp Tahfidz ini dirancang untuk membantu santri menambah hafalan baru sekaligus memperkuat hafalan yang telah dimiliki. Selama kegiatan berlangsung, para santri mengikuti rangkaian aktivitas terstruktur, meliputi murāja’ah bersama, setoran hafalan, tadabbur ayat, serta pembinaan motivasi tahfidz, yang dipandu oleh para pembina dan musyrif berpengalaman.

Selain berfokus pada peningkatan hafalan, Camp Tahfidz juga menjadi ruang pembinaan karakter. Melalui kebersamaan dan kedisiplinan selama kegiatan, santri dilatih untuk menumbuhkan nilai kesabaran, keistikamahan, tanggung jawab, serta keikhlasan dalam menuntut ilmu. Suasana kebersamaan yang terbangun turut mendorong santri saling menyemangati dalam menjaga kualitas bacaan, ketepatan makhraj, dan kelancaran hafalan.


Kepala MA PPMI Assalaam, Ustadz Farid, menyampaikan bahwa Camp Tahfidz merupakan bagian integral dari visi madrasah dalam mencetak generasi Qur’ani.
“Camp Tahfidz ini kami rancang agar santri semakin dekat dengan Al-Qur’an, mampu menambah dan menjaga hafalan dengan lebih baik. Kami berharap Al-Qur’an tidak hanya menjadi hafalan, tetapi juga menjadi pedoman hidup santri dalam setiap langkahnya,” ungkap beliau.
Melalui penyelenggaraan Camp Tahfidz ini, MA PPMI Assalaam menegaskan komitmennya sebagai madrasah yang mengintegrasikan pendidikan akademik dan penguatan nilai-nilai keislaman secara seimbang. Diharapkan, kegiatan ini dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan akhlak mulia sebagai bekal menghadapi masa depan.



