Siapa bilang riset hanya milik kampus? Santri PPMI Assalaam membuktikan bahwa inovasi bisa lahir dari ruang kelas pesantren. Tahun ini, 9 judul riset kreatif berhasil Tembus OPSI 2026 ke tahap penelitian. OPSI atauOlimpiade Penelitian Siswa Indonesia merupakan ajang lomba penelitian ilmiah untuk siswa SMP/MTs dan SMA/MA di seluruh Indonesia.
Yang menarik, judul-judul penelitian ini tidak biasa. Santri Assalaam menghadirkan gagasan yang berani, relevan, dan menyentuh berbagai aspek kehidupan—mulai dari teknologi masa depan hingga pelestarian budaya lokal.
Di bidang teknologi dan sains, muncul ide-ide visioner seperti:
- Perancangan Sistem Monitoring Kualitas Air Berbasis Internet Of Things (IOT) Sebagai Solusi Deteksi Dini Pencemaran Air Di Desa Tulung,Aisyah Nurul Azkiyah (X.E6), Kantza Laduna Muntazia (X.E6)
- Pengembangan Sistem Monitoring Wearable Berbasis Photoplethysmography Untuk Analisis Deviasi Perfusi Pada Pasien Stent Koroner
Dzaky Zaisan (X.E2), Fuad Syauqi Afdal (X.E2) - Rancang Bangun Bio-Air Purifier Berbasis Mikroalga Terintegrasi Sensor IoT Terjangkau untuk Reduksi Akumulasi CO2 Ruangan
Farid Amsyar Muttaqin (8H), Rabbani Nandira Yhunata (8H)

Tak kalah menarik, santri juga menghadirkan inovasi di bidang lingkungan dan pangan:
- Pengembangan Formulasi Pakan Fungsional Menggunakan Dedak Padi Dan Albedo Kulit Jeruk Sebagai Strategi Pencegahan Hiperkolesterolemia
Haidar Fawwaz Amrullah (XI.F1), Ziyad Aqil Maheswara (X.E2) - Optimasi Dilusi Pome Terhadap Produksi Lipid Chlorella Vulgaris Sebagai Potensi Minyak Nabati Alternatif
Averous Asrul Syarif (X.E2), Aufa Adlan Fathurrohman (X.E2)

Sementara itu, di ranah sosial dan pendidikan, ide-ide kritis juga bermunculan:
- Studi Komparatif Pendekatan Pedagogi Guru Gen X Dan Gen Z Dalam Penguatan Karakter Pelajar MA PPMI Assalaam Sukoharjo Di Era Disrupsi
M. Banu Farrosi (XI.F2), Muhammad Reyhan Ramadhan (XI.F2) - THEOMAS : Persiapan Indonesia Emas Melalui Game Theotown Sebagai Literasi Pembangunan Dan Kesadaran Politik Remaja
Umar Abdurrahman (X.E1), Alif Tsaqiib Munjati (X.E3)
Menariknya lagi, santri Assalaam juga tidak melupakan akar budaya:
- KA Batara Kresna Solo–Wonogiri sebagai Preferensi Wisata Day Trip Kekinian dan Kontribusinya bagi Ekonomi Lokal
Arindiya Rahma, Adzkiya Najda - Revitalisasi Permainan Tradisional Berbasis Etnopedagogi sebagai Upaya Penguatan Identitas Budaya Generasi Alpha
Farzana Hanis (8J), Kenzi (8J)
Kesembilan judul ini menjadi bukti bahwa santri tidak hanya belajar, tetapi juga mampu membaca zaman, mengolah ide, dan menghadirkan solusi nyata melalui riset.
Selanjutnya, seluruh tim akan melanjutkan ke tahap penelitian lanjutan. Di tahap ini, mereka akan diuji dalam hal ketelitian data, kekuatan analisis, hingga ketangguhan dalam proses ilmiah.
Lebih dari sekadar prestasi, capaian ini menegaskan bahwa PPMI Assalaam berhasil membangun ekosistem pendidikan yang mendorong lahirnya santri sebagai inovator muda—yang siap berkontribusi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global.
