Ratusan Santri Ikuti Tabligh Akbar Isra’ Mi’raj 1447 H di PPMI Assalaam

Ratusan Santri Ikuti Tabligh Akbar Isra’ Mi’raj 1447 H di PPMI Assalaam

Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam menggelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj 1447 H pada Jumat (16/1) bertempat di Masjid PPMI Assalaam. Kegiatan ini menghadirkan Dr. H. Yogi Prana Izza, Lc., M.A., Alumni ke-8 PPMI Assalaam yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kelembagaan Alumni dan Sumber Daya Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro, dengan tema “Perjalanan Cinta Menembus Langit.”

Acara diawali dengan sambutan Wakil Direktur PPMI Assalaam, Ustadz H. Edi Suprapto, M.Pd., yang menekankan pentingnya menjadikan peringatan Isra’ Mi’raj sebagai momentum peningkatan keimanan dan kualitas ibadah santri.

Ratusan Santri Ikuti Tabligh Akbar Isra’ Mi’raj 1447 H di PPMI Assalaam
Ratusan Santri Ikuti Tabligh Akbar Isra’ Mi’raj 1447 H di PPMI Assalaam
Ratusan Santri Ikuti Tabligh Akbar Isra’ Mi’raj 1447 H di PPMI Assalaam
Ratusan Santri Ikuti Tabligh Akbar Isra’ Mi’raj 1447 H di PPMI Assalaam
Ratusan Santri Ikuti Tabligh Akbar Isra’ Mi’raj 1447 H di PPMI Assalaam
Ratusan Santri Ikuti Tabligh Akbar Isra’ Mi’raj 1447 H di PPMI Assalaam

Dalam tausiyahnya, Dr. Yogi Prana Izza menjelaskan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj mengandung pesan mendalam tentang proses spiritual. Rasulullah ﷺ tidak langsung diangkat ke langit, tetapi terlebih dahulu diperjalankan ke Masjidil Aqsha, sebagai simbol bahwa setiap kemuliaan memerlukan tahapan dan persiapan. Beliau juga menuturkan bahwa sebelum peristiwa tersebut, dada Rasulullah ﷺ dibersihkan, sebagai bentuk pemurnian hati dari kesedihan dan beban.

Hal ini, lanjut beliau, tercermin dalam Surah Al-Isra ayat 1 yang diawali dengan lafaz “Subhāna”, sebagai penegasan bahwa peristiwa ini merupakan kejadian agung yang berada di luar batas kemampuan makhluk.

Lebih lanjut, pemateri mengajak para santri untuk memperbanyak tasbih ketika hati terasa sempit, dengan beberapa pesan utama: memperbesar cinta kepada Allah agar hati menjadi lapang, meneladani kelembutan Rasulullah ﷺ dalam menghadapi hinaan, serta menanamkan keyakinan bahwa orang yang merendahkan orang lain sejatinya sedang merendahkan dirinya sendiri.

Beliau juga menegaskan bahwa kedudukan tertinggi manusia adalah sebagai hamba Allah. Sikap sombong, diibaratkan seperti balon yang ditiup terlalu besar, pada akhirnya hanya akan menghancurkan diri sendiri.

Melalui Tabligh Akbar ini, diharapkan para santri PPMI Assalaam semakin memahami hikmah peristiwa Isra’ Mi’raj, serta termotivasi untuk meningkatkan ketaatan dan kualitas ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Santriwati PPMI Assalaam Terjun ke Masyarakat, Bimbing Anak-Anak TPA

Santriwati PPMI Assalaam Terjun ke Masyarakat, Bimbing Anak-Anak TPA

 Santriwati Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam kembali melaksanakan program Pengabdian Masyarakat dengan kegiatan mengajar anak-anak TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) pada Senin, 12 Januari. Kegiatan ini menjadi agenda perdana santriwati di awal semester, sebagai wujud nyata pengamalan ilmu dan kontribusi pesantren kepada masyarakat.

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di empat masjid sekitar PPMI Assalaam, yakni Masjid Abu Bakar, Masjid Barokah, Masjid Baitul Makmur, dan Masjid Nilasari, dengan melibatkan santriwati pilihan dari OP3MIA.

Santriwati PPMI Assalaam Terjun ke Masyarakat, Bimbing Anak-Anak TPA
Santriwati PPMI Assalaam Terjun ke Masyarakat, Bimbing Anak-Anak TPA
Santriwati PPMI Assalaam Terjun ke Masyarakat, Bimbing Anak-Anak TPA
Santriwati PPMI Assalaam Terjun ke Masyarakat, Bimbing Anak-Anak TPA

Di masing-masing masjid, kegiatan TPA diawali dengan rangkaian pembukaan yang sarat nilai edukatif dan spiritual. Di Masjid Abu Bakar, kegiatan dimulai dengan pembacaan Surah Al-Fatihah, doa sebelum belajar, serta hafalan doa-doa harian. Sementara di Masjid Barokah, peserta diajak membaca Al-Fatihah, Ayat Kursi, doa sebelum belajar, dan doa-doa harian. Adapun di Masjid Baitul Makmur, pembukaan diisi dengan doa sebelum belajar, ikrar syahadat, hafalan doa-doa harian, serta Asmaul Husna.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan baca Al-Qur’an yang dilaksanakan dalam kelompok-kelompok kecil, masing-masing didampingi oleh santriwati pembimbing. Metode ini memungkinkan proses belajar berlangsung lebih efektif, komunikatif, dan sesuai dengan kemampuan peserta.

Sebagai penutup, dilakukan sesi perpisahan antara pengurus OP3MIA dan para santri TPA serta pengurus masjid setempat, yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, santriwati PPMI Assalaam tidak hanya menambah pengalaman praktik mengajar, tetapi juga menunaikan peran dakwah dan sosial di tengah masyarakat. Program ini diharapkan dapat memperkaya pembelajaran anak-anak TPA sekaligus menjadi sarana implementasi ilmu yang telah diperoleh di pesantren.

PPMI Assalaam terus berkomitmen untuk membina santri agar tidak hanya unggul dalam ilmu, tetapi juga aktif mengabdi dan bermanfaat bagi umat.