Selamat Bertugas! Santri MA PPMI Assalaam Terpilih sebagai Paskibraka Kabupaten Sukoharjo 2026

Selamat Bertugas! Santri MA PPMI Assalaam Terpilih sebagai Paskibraka Kabupaten Sukoharjo 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri MA PPMI Assalaam. Ahmad Raihan Nur Fadilah, santri kelas X Program Kedinasan, berhasil lolos seleksi dan terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sukoharjo Tahun 2026.

Capaian tersebut semakin istimewa karena menjadi bagian dari konsistensi MA PPMI Assalaam dalam mengantarkan santri mengikuti seleksi Paskibraka Kabupaten Sukoharjo. Selama tiga tahun berturut-turut, santri MA PPMI Assalaam berhasil lolos seleksi dan dipercaya menjadi bagian dari pasukan yang bertugas pada momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Setelah dinyatakan lolos seleksi, Raihan menjalani rangkaian pelatihan dan pembinaan intensif sebagai persiapan untuk melaksanakan tugas pengibaran bendera pada 17 Agustus 2026. Proses tersebut tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik, tetapi juga kedisiplinan, ketangguhan mental, kemampuan bekerja sama, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah.

Selamat Bertugas! Santri MA PPMI Assalaam Terpilih sebagai Paskibraka Kabupaten Sukoharjo 2026
Selamat Bertugas! Santri MA PPMI Assalaam Terpilih sebagai Paskibraka Kabupaten Sukoharjo 2026

Keberhasilan Raihan turut menjadi gambaran hasil pembinaan Program Kedinasan MA PPMI Assalaam. Program tersebut dirancang untuk membekali santri dengan berbagai kemampuan yang mendukung kesiapan mereka menghadapi pendidikan maupun karier di masa depan, termasuk kedisiplinan, kebugaran fisik, kepemimpinan, ketangguhan mental, dan pembentukan karakter.

Kepala MA PPMI Assalaam, Ustadz Farid Akbar, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut sekaligus memberikan pesan kepada Raihan agar menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.

“Selamat bertugas untuk Raihan. Semoga seluruh proses pelatihan diberikan kelancaran, kesehatan, dan keteguhan. Jalankan amanah dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Semoga Raihan dapat memberikan yang terbaik serta membawa kebanggaan bagi orang tua, madrasah, dan Kabupaten Sukoharjo,” ungkapnya.

Bagi MA PPMI Assalaam, terpilihnya santri sebagai Paskibraka bukan sekadar pencapaian di bidang nonakademik. Pengalaman tersebut menjadi ruang pembelajaran nyata bagi santri untuk mengembangkan kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, serta semangat pengabdian kepada bangsa.

Capaian Raihan juga menegaskan komitmen MA PPMI Assalaam dalam mengembangkan potensi santri secara menyeluruh. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, keterampilan, kepemimpinan, dan kesiapan santri untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

Selamat bertugas, Ahmad Raihan Nur Fadilah. Semoga seluruh rangkaian pelatihan hingga pelaksanaan tugas berjalan lancar dan menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan pendidikan. Semoga amanah yang dijalankan membawa keberkahan serta mengharumkan nama orang tua, MA PPMI Assalaam, dan Kabupaten Sukoharjo.

Semangat, disiplin, dan tunaikan amanah dengan sebaik-baiknya.

Upacara HUT ke-81 RI di PPMI Assalaam, Santri Diingatkan untuk Lanjutkan Perjuangan Bangsa

Upacara HUT ke-81 RI di PPMI Assalaam, Santri Diingatkan untuk Lanjutkan Perjuangan Bangsa

Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin (17/8/2026). Upacara yang berlangsung di Lapangan Bola PPMI Assalaam tersebut diikuti oleh seluruh santri dan civitas akademika PPMI Assalaam.

Upacara berlangsung dengan khidmat. Ustadz Edi Suprapto, M.Pd. bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan Ustadz Hedonal Rumiyanto, M.Pd. dipercaya sebagai komandan upacara.

Upacara HUT ke-81 RI di PPMI Assalaam, Santri Diingatkan untuk Lanjutkan Perjuangan Bangsa Upacara HUT ke-81 RI di PPMI Assalaam, Santri Diingatkan untuk Lanjutkan Perjuangan Bangsa  Upacara HUT ke-81 RI di PPMI Assalaam, Santri Diingatkan untuk Lanjutkan Perjuangan Bangsa Upacara HUT ke-81 RI di PPMI Assalaam, Santri Diingatkan untuk Lanjutkan Perjuangan Bangsa

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum bagi keluarga besar PPMI Assalaam untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi generasi muda, khususnya para santri, untuk melanjutkan perjuangan sesuai dengan tantangan zaman.

Dalam amanatnya, Ustadz Edi Suprapto menegaskan bahwa perjuangan generasi muda saat ini tidak lagi dilakukan melalui medan perang, melainkan dengan meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan.

Upacara HUT ke-81 RI di PPMI Assalaam, Santri Diingatkan untuk Lanjutkan Perjuangan Bangsa

“Perjuangan para santri pada saat ini berlanjut dengan semangat belajar, mengasah pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan untuk masa depan bangsa Indonesia,” tegas Ustadz Edi Suprapto selaku inspektur upacara.

Ia menekankan bahwa semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui kesungguhan para santri dalam menuntut ilmu dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Dengan bekal ilmu, karakter, dan keterampilan, santri diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di PPMI Assalaam pun tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi bagi seluruh keluarga besar pesantren untuk meneruskan semangat perjuangan para pendahulu melalui karya, pendidikan, dan pengabdian kepada bangsa.

Perkuat Kompetensi Pengasuh, PPMI Assalaam Gelar Dauroh Psikologi Pengasuhan di Pesantren

Perkuat Kompetensi Pengasuh, PPMI Assalaam Gelar Dauroh Psikologi Pengasuhan di Pesantren

PPMI Assalaam terus memperkuat kualitas kepengasuhan sebagai bagian penting dalam pembinaan santri. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Dauroh Psikologi Kepengasuhan Kesantrian Putra dan Putri yang menghadirkan Prof. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D. pada Jumat (21/8).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Assalaam Lantai 2 tersebut mengangkat tema Psikologi Pengasuhan di Pesantren. Dauroh diikuti oleh para pengasuh kesantrian putra dan putri dengan tujuan memperkuat pemahaman, keterampilan, dan kesiapan pengasuh dalam mendampingi santri selama menjalani kehidupan di pesantren.

Dalam pemaparannya, Prof. Taufik menekankan pentingnya keteladanan dalam proses pengasuhan. Menurutnya, santri lebih banyak belajar dari apa yang mereka lihat daripada sekadar apa yang mereka dengar. Karena itu, pengasuh memiliki posisi strategis sebagai figur yang menjadi contoh sekaligus pihak yang memegang amanah dalam proses pembinaan santri.

Perkuat Kompetensi Pengasuh, PPMI Assalaam Gelar Dauroh Psikologi Pengasuhan di Pesantren Perkuat Kompetensi Pengasuh, PPMI Assalaam Gelar Dauroh Psikologi Pengasuhan di Pesantren  Perkuat Kompetensi Pengasuh, PPMI Assalaam Gelar Dauroh Psikologi Pengasuhan di Pesantren Perkuat Kompetensi Pengasuh, PPMI Assalaam Gelar Dauroh Psikologi Pengasuhan di Pesantren

Selain keteladanan, pengasuh perlu memiliki karakter yang mendukung proses pembinaan, antara lain hangat dan responsif, demokratis, konsisten dan adil, empatik, komunikatif, memiliki jiwa melayani, mampu melakukan regulasi diri, serta menjadi role model bagi santri.

Prof. Taufik juga menjelaskan bahwa tugas pengasuh tidak sebatas menjaga kedisiplinan santri. Kepengasuhan mencakup berbagai aspek, mulai dari edukatif, afektif dan sosial, dakwah, penegakan kedisiplinan, hingga pelayanan. Dengan demikian, musyrif dan musyrifah memiliki peran untuk membimbing sekaligus melayani santri secara utuh.

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah manajemen emosi pengasuh. Lingkungan pesantren dengan dinamika interaksi yang intens membutuhkan kemampuan pengasuh dalam mengenali dan mengelola kondisi emosional. Dalam hal ini, pengasuh perlu mewaspadai kelelahan emosional dan compassion fatigue. Beberapa strategi yang dibahas meliputi self-awareness, mindfulness, cognitive reframing, dan expectation management.

Perkuat Kompetensi Pengasuh, PPMI Assalaam Gelar Dauroh Psikologi Pengasuhan di Pesantren

Untuk menjaga keberlanjutan kualitas kepengasuhan, Prof. Taufik juga menekankan pentingnya dukungan sistemik. Supervisi, waktu istirahat yang memadai, peningkatan kapasitas, apresiasi, serta penguatan visi kepengasuhan menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem pembinaan yang sehat dan berkelanjutan.

Kemampuan mendengarkan secara aktif atau the art of listening juga menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki pengasuh. Mendengarkan santri tidak hanya berarti memberikan perhatian, tetapi juga membutuhkan empati, sikap tidak menghakimi, serta kemampuan melakukan refleksi terhadap apa yang disampaikan santri.

Lebih lanjut, kesehatan mental pengasuh menjadi fondasi penting dalam proses pembinaan. Pengasuh yang memiliki kesehatan mental yang baik akan lebih mampu mengenali potensi diri, mengelola tekanan, serta mendampingi perkembangan jiwa santri secara lebih komprehensif, mulai dari aspek sensing, reasoning, dan empathy hingga dimensi spiritual.

Melalui Dauroh Kepengasuhan ini, PPMI Assalaam berupaya membangun paradigma kepengasuhan yang tidak hanya berorientasi pada kedisiplinan, tetapi juga pada pendampingan, pelayanan, keteladanan, dan perkembangan psikologis santri.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bekal sekaligus inspirasi bagi para pengasuh dalam menjalankan amanah pembinaan sehari-hari. Dengan pengasuh yang kompeten, sehat secara emosional, dan memiliki jiwa melayani, PPMI Assalaam terus berikhtiar menciptakan lingkungan pesantren yang mendukung tumbuhnya santri yang berkarakter, mandiri, berakhlak mulia, dan memiliki kesiapan menghadapi tantangan masa depan.