Bekali Santri Mengabdi, PPMI Assalaam Gelar Upgrading Pengajar TPA bagi Pengurus OP3MIA

Bekali Santri Mengabdi, PPMI Assalaam Gelar Upgrading Pengajar TPA bagi Pengurus OP3MIA

OPPPMIA terus didorong untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan sekaligus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Upgrading Pengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang diselenggarakan pada Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Masjid PPMI Assalaam tersebut diselenggarakan oleh Dewan Kyai bersama Kepengasuhan Kesantrian Bidang Kepesantrenan Bakat Minat. Upgrading ditujukan bagi para pengurus OP3MIA yang akan menjalankan amanah pengabdian masyarakat melalui kegiatan mengajar TPA dan kajian kultum di masjid-masjid sekitar PPMI Assalaam.

Sebanyak 40 santriwan dan 40 santriwati mengikuti kegiatan tersebut dengan didampingi para pengasuh. Materi upgrading disampaikan oleh Ustadz H. Sigit Raharja, M.Pd. dan Ustadz Dr. H. Kadarusman, M.Ag., yang membekali peserta dari sisi tanggung jawab, keteladanan, komunikasi, hingga metodologi pembelajaran Al-Qur’an.

Bekali Santri Mengabdi, PPMI Assalaam Gelar Upgrading Pengajar TPA bagi Pengurus OP3MIA

Menjadi Pengajar Sekaligus Membawa Nama Assalaam

Dalam sesi pertama, Ustadz H. Sigit Raharja, M.Pd. menekankan bahwa terpilihnya santri sebagai pengajar TPA merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan pondok. Karena itu, kemampuan membaca Al-Qur’an saja tidak cukup. Seorang pengajar juga perlu memiliki akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, dan keteladanan.

Para santri juga diingatkan bahwa ketika menjalankan tugas di luar lingkungan pondok, mereka membawa nama pribadi, keluarga, santri, sekaligus PPMI Assalaam. Karena itu, terdapat lima hal yang perlu dijaga, yaitu penampilan, perjalanan, ucapan, sikap, dan kehadiran.

Para pengajar juga diingatkan untuk hadir di masjid sebagai tamu yang mampu meninggalkan kesan baik. Lebih dari sekadar mengajarkan Iqra’, mereka diharapkan turut menanamkan akhlak kepada anak-anak yang mereka dampingi.

Ustadz Sigit juga menekankan empat prinsip yang harus dihindari, yakni jangan terlambat, jangan menyakiti, jangan menyalahgunakan amanah, dan menjaga nama baik Assalaam. Sebaliknya, para santri didorong untuk menjadi pribadi yang amanah, beradab, menyenangkan, dan menginspirasi.

Pesan tersebut bermuara pada satu prinsip sederhana: “Tugas kecil, dampak besar.” Mengajar TPA mungkin terlihat sebagai tugas sederhana, tetapi keteladanan seorang pengajar dapat memberikan pengaruh besar bagi tumbuhnya kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam.

Bekali Santri Mengabdi, PPMI Assalaam Gelar Upgrading Pengajar TPA bagi Pengurus OP3MIA

Penguatan Metodologi Mengajar Anak TPA

Materi berikutnya disampaikan oleh Ustadz Dr. H. Kadarusman, M.Ag. dengan tema “Pentingnya Metodologi”. Peserta dibekali pemahaman bahwa mengajarkan Iqra’ membutuhkan lebih dari sekadar penguasaan materi.

Menurutnya, pengajar TPA perlu memperhatikan aspek akhlak, ibadah, dan doa, termasuk mendoakan murid yang diajarnya. Selain itu, pengajar perlu memperhatikan penampilan fisik, aroma, serta fasilitas fisik sebagai bagian dari kenyamanan proses pembelajaran.

Pengajar juga perlu berperan sebagai fasilitator yang menguasai metode pembelajaran dan mampu mengenali karakter setiap murid. Penguasaan keilmuan, baik ilmu pokok maupun cabang serta keterkaitannya dengan bidang ilmu lain, menjadi bagian penting dalam menunjang kualitas pengajaran.

Dalam sesi tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan karakteristik anak usia TPA yang antara lain senang menjadi pusat perhatian, mulai aktif bermain, senang bergaul dengan teman sebaya, serta berpotensi mengalami konflik kecil dengan teman. Pemahaman terhadap karakter tersebut diperlukan agar pengajar dapat menentukan pendekatan yang sesuai.

Peserta juga dikenalkan dengan empat karakter kepribadian, yaitu sanguinis, melankolis, koleris, dan plegmatis, sebagai salah satu perspektif untuk memahami perbedaan karakter anak.

Bekali Santri Mengabdi, PPMI Assalaam Gelar Upgrading Pengajar TPA bagi Pengurus OP3MIA

Dalam praktik pembelajaran, pengajar juga dibekali alur sederhana untuk membuka dan menutup kegiatan TPA. Pembelajaran dapat diawali dengan salam, mengondisikan anak agar berkonsentrasi, dan doa pembuka. Sementara penutupan dapat dilakukan melalui kegiatan bercerita, bernyanyi, membaca surat pendek, dan doa penutup.

Melalui kegiatan upgrading ini, OP3MIA PPMI Assalaam tidak hanya dipersiapkan untuk menjalankan tugas organisasi di lingkungan pondok, tetapi juga dibekali kemampuan untuk berkontribusi secara langsung kepada masyarakat. Pengalaman mengajar TPA dan menyampaikan kajian menjadi bagian dari proses pembentukan santri yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan komunikasi, serta keberanian untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen PPMI Assalaam dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pada pembentukan akhlak, kepemimpinan, dan kebermanfaatan. Melalui pengabdian sederhana di masjid-masjid sekitar ma’had, para santri belajar bahwa ilmu yang dimiliki akan semakin bermakna ketika diamalkan dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Kontributor: Nihayatul Qoribah, M.Pd.