Olah Ampas Kelapa Jadi Body Scrub, Santri MA PPMI Assalaam Raih Juara 2 LKTI Nasional

Olah Ampas Kelapa Jadi Body Scrub, Santri MA PPMI Assalaam Raih Juara 2 LKTI Nasional

Inovasi riset santri MA PPMI Assalaam kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim Bintang Assalaam berhasil meraih Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional Gematika UIN Sunan Ampel Surabaya setelah mengikuti babak final dan presentasi pada Sabtu (15/8).

Prestasi tersebut diraih oleh dua santriwati kelas XII F.7, yakni Asharina Madina Az Zahra dan Almayla Sekarkinanti. Keduanya mengangkat penelitian berjudul “Natural Body Scrub from Grated Coconut Dregs as a Natural Exfoliator” yang mengeksplorasi pemanfaatan ampas kelapa sebagai biomassa untuk dikembangkan menjadi produk body scrub alami.

Melalui penelitian tersebut, para santri menunjukkan bagaimana bahan sederhana yang selama ini berpotensi menjadi limbah dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai guna. Gagasan tersebut sekaligus memperlihatkan upaya santri dalam menghubungkan kegiatan riset dengan persoalan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya di sekitar.

Olah Ampas Kelapa Jadi Body Scrub, Santri MA PPMI Assalaam Raih Juara 2 LKTI Nasional

Kepala MA PPMI Assalaam, Ustadz Farid Akbar, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian yang diraih Tim Bintang Assalaam.

“Alhamdulillah. Prestasi ini menunjukkan bahwa santri mampu mengembangkan gagasan ilmiah dari sesuatu yang sederhana di sekitar kita. Semoga semakin menguatkan budaya riset dan inovasi di MA PPMI Assalaam.”

Capaian tersebut semakin memperkuat komitmen MA PPMI Assalaam dalam mengembangkan budaya penelitian dan inovasi di kalangan santri. Sejak ditunjuk Kementerian Agama sebagai Madrasah Riset pada 2019, MA PPMI Assalaam terus mendorong peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah melalui penelitian, inovasi, dan pemecahan masalah yang aplikatif.

Bagi Tim Bintang Assalaam, keberhasilan meraih Juara 2 tingkat nasional menjadi bukti bahwa penelitian yang berangkat dari persoalan sederhana dapat berkembang menjadi gagasan bernilai ketika dikaji melalui proses ilmiah.

Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi santri MA PPMI Assalaam untuk terus berani meneliti, berinovasi, dan menghasilkan karya yang tidak hanya kompetitif dalam ajang ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Selamat kepada Asharina Madina Az Zahra dan Almayla Sekarkinanti. Terus berkarya, meneliti, dan menginspirasi! 

Bekali Santri Mengabdi, PPMI Assalaam Gelar Upgrading Pengajar TPA bagi Pengurus OP3MIA

Bekali Santri Mengabdi, PPMI Assalaam Gelar Upgrading Pengajar TPA bagi Pengurus OP3MIA

OPPPMIA terus didorong untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan sekaligus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Upgrading Pengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang diselenggarakan pada Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Masjid PPMI Assalaam tersebut diselenggarakan oleh Dewan Kyai bersama Kepengasuhan Kesantrian Bidang Kepesantrenan Bakat Minat. Upgrading ditujukan bagi para pengurus OP3MIA yang akan menjalankan amanah pengabdian masyarakat melalui kegiatan mengajar TPA dan kajian kultum di masjid-masjid sekitar PPMI Assalaam.

Sebanyak 40 santriwan dan 40 santriwati mengikuti kegiatan tersebut dengan didampingi para pengasuh. Materi upgrading disampaikan oleh Ustadz H. Sigit Raharja, M.Pd. dan Ustadz Dr. H. Kadarusman, M.Ag., yang membekali peserta dari sisi tanggung jawab, keteladanan, komunikasi, hingga metodologi pembelajaran Al-Qur’an.

Bekali Santri Mengabdi, PPMI Assalaam Gelar Upgrading Pengajar TPA bagi Pengurus OP3MIA

Menjadi Pengajar Sekaligus Membawa Nama Assalaam

Dalam sesi pertama, Ustadz H. Sigit Raharja, M.Pd. menekankan bahwa terpilihnya santri sebagai pengajar TPA merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan pondok. Karena itu, kemampuan membaca Al-Qur’an saja tidak cukup. Seorang pengajar juga perlu memiliki akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, dan keteladanan.

Para santri juga diingatkan bahwa ketika menjalankan tugas di luar lingkungan pondok, mereka membawa nama pribadi, keluarga, santri, sekaligus PPMI Assalaam. Karena itu, terdapat lima hal yang perlu dijaga, yaitu penampilan, perjalanan, ucapan, sikap, dan kehadiran.

Para pengajar juga diingatkan untuk hadir di masjid sebagai tamu yang mampu meninggalkan kesan baik. Lebih dari sekadar mengajarkan Iqra’, mereka diharapkan turut menanamkan akhlak kepada anak-anak yang mereka dampingi.

Ustadz Sigit juga menekankan empat prinsip yang harus dihindari, yakni jangan terlambat, jangan menyakiti, jangan menyalahgunakan amanah, dan menjaga nama baik Assalaam. Sebaliknya, para santri didorong untuk menjadi pribadi yang amanah, beradab, menyenangkan, dan menginspirasi.

Pesan tersebut bermuara pada satu prinsip sederhana: “Tugas kecil, dampak besar.” Mengajar TPA mungkin terlihat sebagai tugas sederhana, tetapi keteladanan seorang pengajar dapat memberikan pengaruh besar bagi tumbuhnya kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai Islam.

Bekali Santri Mengabdi, PPMI Assalaam Gelar Upgrading Pengajar TPA bagi Pengurus OP3MIA

Penguatan Metodologi Mengajar Anak TPA

Materi berikutnya disampaikan oleh Ustadz Dr. H. Kadarusman, M.Ag. dengan tema “Pentingnya Metodologi”. Peserta dibekali pemahaman bahwa mengajarkan Iqra’ membutuhkan lebih dari sekadar penguasaan materi.

Menurutnya, pengajar TPA perlu memperhatikan aspek akhlak, ibadah, dan doa, termasuk mendoakan murid yang diajarnya. Selain itu, pengajar perlu memperhatikan penampilan fisik, aroma, serta fasilitas fisik sebagai bagian dari kenyamanan proses pembelajaran.

Pengajar juga perlu berperan sebagai fasilitator yang menguasai metode pembelajaran dan mampu mengenali karakter setiap murid. Penguasaan keilmuan, baik ilmu pokok maupun cabang serta keterkaitannya dengan bidang ilmu lain, menjadi bagian penting dalam menunjang kualitas pengajaran.

Dalam sesi tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan karakteristik anak usia TPA yang antara lain senang menjadi pusat perhatian, mulai aktif bermain, senang bergaul dengan teman sebaya, serta berpotensi mengalami konflik kecil dengan teman. Pemahaman terhadap karakter tersebut diperlukan agar pengajar dapat menentukan pendekatan yang sesuai.

Peserta juga dikenalkan dengan empat karakter kepribadian, yaitu sanguinis, melankolis, koleris, dan plegmatis, sebagai salah satu perspektif untuk memahami perbedaan karakter anak.

Bekali Santri Mengabdi, PPMI Assalaam Gelar Upgrading Pengajar TPA bagi Pengurus OP3MIA

Dalam praktik pembelajaran, pengajar juga dibekali alur sederhana untuk membuka dan menutup kegiatan TPA. Pembelajaran dapat diawali dengan salam, mengondisikan anak agar berkonsentrasi, dan doa pembuka. Sementara penutupan dapat dilakukan melalui kegiatan bercerita, bernyanyi, membaca surat pendek, dan doa penutup.

Melalui kegiatan upgrading ini, OP3MIA PPMI Assalaam tidak hanya dipersiapkan untuk menjalankan tugas organisasi di lingkungan pondok, tetapi juga dibekali kemampuan untuk berkontribusi secara langsung kepada masyarakat. Pengalaman mengajar TPA dan menyampaikan kajian menjadi bagian dari proses pembentukan santri yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan komunikasi, serta keberanian untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen PPMI Assalaam dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pada pembentukan akhlak, kepemimpinan, dan kebermanfaatan. Melalui pengabdian sederhana di masjid-masjid sekitar ma’had, para santri belajar bahwa ilmu yang dimiliki akan semakin bermakna ketika diamalkan dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Kontributor: Nihayatul Qoribah, M.Pd.

Pelantikan Pengurus OP3MIA PPMI Assalaam Periode 2026/2027

Pelantikan Pengurus OP3MIA PPMI Assalaam Periode 2026/2027

Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam (OP3MIA) resmi memiliki kepengurusan baru untuk periode 2026/2027. Prosesi pelantikan pengurus dilaksanakan pada Kamis malam, 13 Agustus 2026, di Aula Assalaam Center dan diikuti oleh seluruh santri, pengurus, serta dewan guru PPMI Assalaam.

Pelantikan berlangsung dengan khidmat sekaligus menjadi momentum dimulainya estafet kepemimpinan santri dalam menjalankan berbagai program organisasi di lingkungan Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam. Para pengurus baru mengemban amanah untuk turut menciptakan lingkungan kepesantrenan yang aktif, tertib, serta mendukung pembentukan karakter dan kemandirian santri.

Pelantikan Pengurus OP3MIA PPMI Assalaam Periode 2026/2027   Pelantikan Pengurus OP3MIA PPMI Assalaam Periode 2026/2027   Pelantikan Pengurus OP3MIA PPMI Assalaam Periode 2026/2027

Dalam sambutannya, Wakil Direktur I PPMI Assalaam, Ustadz Edi Suprapto, S.Ag., M.Pd., menekankan pentingnya kesinambungan dalam sebuah organisasi. Ia mengingatkan bahwa kepengurusan baru tidak hanya membawa semangat dan gagasan baru, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai baik yang telah diwariskan oleh para pengurus sebelumnya.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pendahulunya, organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu merawat kebaikan warisan para pendahulunya.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi pengurus OP3MIA periode 2026/2027 agar mampu melanjutkan berbagai kebaikan yang telah dibangun sekaligus menghadirkan pembaruan sesuai dengan kebutuhan santri dan perkembangan lingkungan pesantren.

Pelantikan Pengurus OP3MIA PPMI Assalaam Periode 2026/2027  Pelantikan Pengurus OP3MIA PPMI Assalaam Periode 2026/2027   Pelantikan Pengurus OP3MIA PPMI Assalaam Periode 2026/2027

Kepengurusan OP3MIA menjadi salah satu ruang pembelajaran kepemimpinan bagi santri PPMI Assalaam. Melalui organisasi, santri mendapatkan pengalaman untuk belajar mengelola program, bekerja sama, berkomunikasi, mengambil keputusan, serta menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru, OP3MIA diharapkan mampu menjadi penggerak berbagai kegiatan positif santri sekaligus menjadi bagian dari proses pendidikan kepemimpinan di PPMI Assalaam. Semangat pengabdian, kemandirian, dan keimanan diharapkan terus tumbuh dalam setiap pelaksanaan program selama satu periode ke depan.

Pelantikan ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan kepemimpinan di PPMI Assalaam tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata dalam kehidupan pesantren. Dengan pendampingan para asatidz dan dukungan seluruh keluarga besar pondok, para pengurus OP3MIA diharapkan mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan PPMI Assalaam.

Selamat mengemban amanah kepada seluruh pengurus OP3MIA periode 2026/2027. Semoga setiap langkah pengabdian menjadi bagian dari proses pembentukan pemimpin yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan bertanggung jawab.