Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam kembali menguatkan kualitas pengasuhan santri melalui kegiatan Re-Charging Murabbiyah yang diikuti oleh seluruh pengasuh kesantrian putri, Sabtu (4/4/2026). Kegiatan ini digelar di Assalaam Center setelah agenda rutin Tandhiful ‘Aam (kebersihan umum).
Menghadirkan pemateri Dr Amien Ashiddiqi, kegiatan ini menjadi momentum penyegaran spiritual sekaligus penguatan kapasitas pengasuh dalam mendampingi santriwati secara optimal.
Dalam penyampaiannya, Dr. Amien menegaskan bahwa peran murabbiyah (pengasuh) bukan sekadar profesi, melainkan panggilan ilahi yang menuntut keikhlasan dan komitmen tinggi. “Pengasuhan adalah investasi akhirat. Apa yang diniatkan karena Allah akan bernilai abadi,” tegasnya.
Enam Pilar Penguatan Murabbiyah
Materi yang disampaikan berfokus pada enam prinsip utama dalam pengasuhan santri, yaitu pembaruan niat (tajdidu niyyah), menjaga amanah, fokus energi dalam tugas inti, kesabaran dan resiliensi, keteladanan (uswah hasanah), serta pengembangan growth mindset agar adaptif terhadap karakter generasi Z.
Pengasuh juga diingatkan untuk memaknai amanah sebagai kehormatan dari Allah, bukan sekadar beban administratif. Selain itu, pentingnya keteladanan menjadi sorotan utama, di mana perilaku pengasuh dinilai sebagai “kurikulum hidup” yang lebih berdampak dibandingkan sekadar nasihat lisan.


Pengasuhan Berbasis Nilai Spiritual
Kegiatan ini turut menekankan tiga fondasi utama dalam membangun ruh pengasuhan, yaitu lillah (ikhlas karena Allah), billah (bersandar kepada Allah), dan ma’a Allah (merasa diawasi Allah). Ketiganya menjadi kunci agar pengasuh tetap kuat, tidak mudah lelah, serta menjaga integritas dalam setiap kondisi.
“Tanpa keikhlasan, pengasuh akan mudah lelah. Tanpa tawakal, akan merasa terbebani. Dan tanpa kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi, integritas akan mudah goyah,” menjadi pesan reflektif yang menguatkan seluruh peserta.
Lebih lanjut, ditekankan bahwa ruh pengasuh menjadi aspek paling krusial dalam sistem pendidikan pesantren. Pengasuh bukan hanya penjaga asrama, tetapi berperan sebagai “orang tua ideologis” yang membentuk karakter dan masa depan santri.

Komitmen PPMI Assalaam dalam Penguatan SDM Pengasuhan
Melalui kegiatan ini, PPMI Assalaam menegaskan komitmennya dalam membangun sistem pendidikan pesantren yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembinaan karakter melalui pengasuhan yang berkualitas.
Program Re-Charging Murabbiyah diharapkan mampu meningkatkan keimanan, memperkuat dedikasi, serta memperkaya metode pengasuhan yang relevan dengan perkembangan zaman, sehingga santri PPMI Assalaam tumbuh menjadi generasi berakhlak, tangguh, dan berdaya saing global.
