Kembangkan Kreatifitas Santri SMA Assalaam Lewat Sampah

23/03/02. Indonesia sebagai penyumbang sampah plastik terbesar nomor dua di dunia setelah Tiongkok. Meski begitu, pengelolaan sampah plastik masih rendah, tanggung jawab perusahaan terhadap sampah-sampah mereka pun minim. Data Sustainable Waste Indonesia (SWI), kurang dari 10% sampah plastik terdaur ulang dan lebih 50% tetap berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam mempunyai santri kurang lebih 2.300 santriwan dan santriwati. Dengan demikian dari kegiatan sehari hari dipondok menyisakan sampah yang tidak sedikit, sampah jika tidak dikelola dengan baik maka akan mengkibatkan bencana bagi tempat itu sendiri. Untuk kegiatan Belajar mengajar santri tidak dapat keluar komplek untuk mencari bahan tugas. Sehingga guru harus memanfaatkan sumber daya alam yang ada dilingkungan PPMI Assalaam, salah satunya adalah sampah yang ada di PPMI Assalaam.

Untuk mengembangkan kreatifitas santri, santri diharapkan dapat mengolah sampah menjadi produk berguna, salah satunya memanfaatkan botol air mineral untuk membuat kursi duduk. ini adalah ide dari ustadzah Erma Setya Wardani, kursi yang sudah diuji coba oleh santri dan guru ini, alhamdulillah lumayan kuat juga. Dengan dilapisikain perca dibagian permukaan akan lebih kelihatan unik. ( sarman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.