News

Guru PPMI Assalaam Ikuti Reinforcement Keassalaaman 2021/2022

Guru PPMI Assalaam Ikuti Reinforcement Keassalaaman 2021/2022
Guru PPMI Assalaam Ikuti Reinforcement 2021/2022

Sejumlah 160 Asatidz dan Asatidzah Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Surakarta-Sukoharjo mengikuti pelatihan berkonsep OutBond bertema Reinforcement Keassalaaman dengan slogan “IMAN KREATIF PROFESIONAL” di Lapangan Bola Pondok Komplek Barat pada Kamis (12/05).

Agenda kegiatan Reinforcement Keassalaaman meliputi Warming Up dan follow The Leader berupa senam dilanjutkan sambutan oleh Ustadz Drs. H. Uripto M. Yunus, M.Ed selaku Direktur Pondok dan Ustads H. Sigit Rahardja, S.Si selaku Wakil direktur II.

“Semoga kegiatan Reinforcement Keassalaaman ini dapat memompa semangat dan menanamkan kembali nilai nilai Keassalaaman yang menjadi pedoman bermuamalah di pondok ini” papar Ustadz Drs. H. Uripto M. Yunus, M.Ed

“Kita adalah One Tim, One Spirit dan One Goal yang memiliki tujuan yang sama dalam mendidik santri sesuai dengan Visi dan Misi Assalaam” ujar Sigit Rahardja, S.Si

Acara dilanjutkan Penyerahan amanah dari direktur kepada Navigator diwakili oleh Master Coach Hari Sumarsono, M.M.

“Outbond bukan sekedar permainan tapi meliputi Pertama, Forming yaitu Tahapan pencarian bentuk dan pembelajaran perilaku yang pas di dalam tim. Kedua, Storming yaitu Tahap ‘Badai’ dimana tim mulai menghadapi perbedaan-perbedaan visi, timbul konflik. Ketiga, Norming yaitu Badai telah berlalu, telah terwujudnya norma/ komitmen baru yang disepakati oleh seluruh anggota tim. Keempat, Transforming yaitu Tahap peralihan norma berupa penanaman budaya kerja atau budaya Organisasi dalam keassalaaman yang biasa di sebut DAMAI PLUS (Dinamis, Amanah, Maslahat, Adil, Independen dan Interpreneur, Prestasi, Layanan Prima, Unggul, Sejahtera berlandaskan Syariah) Kelima, Performing yaitu Tim sudah dapat bersinergi dengan baik dan bekerja secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan.” papar Master Coach Hari Sumarsono, M.M

Master Coach Hari Sumarsono, M.M juga mengimbuhkan bahwa ada hukum MURPHY, yaitu Apa yang Saudara lihat mudah belum tentu semudah melakukannya. Beliau menekannkan bahwa Apa yang kita pikirkan cepat bisa jadi menjadi sangat lama, Dalam keadaan yang sangat Critical, bukan bisa sukses, malah sebaliknya bisa gagal.

“Semua permainan adalah low ground yang dilakukan dengam metode Experential Learning (EL) Learning by doing. Semua permainan dalam penguatan (Reinforcement) keassalaaman ini bersifat basis waktu (time based), bukan berbasis pencapai hasil absolut (result based). Dalam time based ini, bila team telah bisa mencapai 70% hasil maka bisa langsung move ke permainan lain. Kalau result based 1 permainan harus bisa mencapai hasil 100%, dan waktunya akan sangat lama. Dalam penutupan acara master coach menegaskan, setelah acara ini maka harus yakin santri ketika subuh tidak perlu dibangunkan. Namun mereka harus lebih ditanamkan kewajiban beribadah kepada Allah. Harapannya 95 % santri sudah bisa autobangun ketika subuh atau qiyamul lail. Tantangan pondok kita kedepan sangat komplek, digitalisasi adalah fenomena yang bersifat progresif, sehingga para assastidz harus juga terus meningkatkan kompetensinya, dan must be strong. Faidza ‘azamta fatawwalal ‘alallah” Tambah Master Coach Hari Sumarsono, M.M

Dari 160 peserta dibagi menjadi 5 kelompok yang di pegang oleh 2 navigator untuk masing masing kelompok.
Para Navigator adalah Ustad Ustadzah yang di sebelumnya telah di mengikuti TOT ( Training Of Trainer) untuk menjadi Coach atau Navigator.

Sebanyak 10 Orang Navigator tersebut yaitu Hedonal Rumiyanto, S.S dan Wihdan Jefri M.Pd menjadi navigator untuk kelompok 1, Wahyudi Prabowo, S.Th.I dan Zahid Wijayatama, S.Psi untuk Kelompok 2, Setyadi, M.Pd dan Sulton Wiria S.Psi untuk Kelompok 3, Fitri Ayuningsih, S.Pd dan Era Wida P, S.Pd untuk kelompok 4, Sekti Hastuti S.Pd dan Wahyu Widiastuti, S.Pd untuk Kelompok 5.

Berbagai permainan yang di lakukan yaitu Group Champion, Torpedo, Hands Knot, Winning Balls, Run Splash, Ball Transfer, Star Wars, Circle Drop dan terakhir Stop Start Continue. Diakhir acara diberikan penghargaan untuk kelompok berdasarkan kriteria The Best of the Best Team yang dimenangkan tim 1, The Best of Motivated Team yang dimenangkan tim 2 , The Best of Creative Team yang dimenangkan tim 3 , The Best of Solutive team yang dimenangkan tim 4 serta The Best of Discipline team yang dimenangkan tim 5.

Tujuan dari kegiatan Reinforcement Keassalaaman ini adalah untuk penguatan kembali nilai nilai Keassalaaman kepada Guru PPMI Assalaam diantaranya Kreatif, Kolaboratif, Komunikatif, Berfikir Kritis, Profesional, Kerja Keras, Cekatan, Taat SOP, Taat Pimpinan, Sabar, Fokus, Percaya Rekan, Prestasi, bersinergi, dll.

Kontributor : Fitri Ayuningsih, S.Pd