dari kiri : Hafizh Nidhar yahya, Ust Sarman, S.Sn, dan Ilham syifa Syahida

Wisuda PPMI Assalaam baru saja usai, dengan adanya cobaan yang berat bagi kita semuanya, Bagi orang – orang beriman ini adalah peringatan kepada kita semuanya, untuk dapat lebih mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Perlu diketahui Wisuda PPMI Assalaam tidak dihadiri Oleh Orang tua/wali, tamu hanya ustadz ustadzah yang tinggal di Asrama saja. Dari tiga ratusan santri tentunya ada yang dapat kita ambil kisah inspirasinya.

Namanya Hafizh Nidhar Yahya, Santri Kelahiran Temanggung, 28 Januari 2002 putra dari bapak Untung Prabowo, Santri yang sangat baik akhlak dan budinya ini adalah santri SMA Assalaam. Prestasinya tidak diragukan lagi selama menuntut ilmu di PPMI Assalaam. Santri yang selalu mendapatakan rangking paralel ini sangat membanggakan kedua orang tuanya. Tentunya sebagai sebagai orang tua sangat bersyukur dapat melahirkan anak yang sholeh ini.

Santri berikutnya yaitu Ilham syifa syahida, Santri kelahiran 2 Februari 2002, putra dari bapak Sarwoto, Santri yang tinggal di Jawa barat ini, juga sangat membanggakan PPMI Assalaam khususnya SMA Assalaam. Salut dengan perjuangan santri tersebut, dengan mental yang kuat dapat menyelesaikan Pendidikan selama 3 tahun di PPMI Assalaam. Semoga Ilmu yang sudah dipelajari dapat diamalkan.

Kedua santri tersebut pada kelas X pernah ada perselisihan, hingga salah satunya harus mendapatkan hukuman Skorsing yang diberikan oleh pondok, karena Ke ikhlasan santri tersebut maka selama menjalani skorsing tetap produktif. Perselisihan dapat diselesaikan dengan damai atas arahan dan bimbingan pengasuh dari Pondok, kedua santri yang ternyata merupakan santri paling berpretasi di SMA Assalaam, Alhamdulillah keduanya dapat lulus dengan nilai pondok sangat memuaskan (syahadah/Cumlaude). Tentunya yang lebih hebat lagi kedua santri ini mendapatkan gelar “Alhafidz” karena keduanya dapat menghafalkan Al Qur’an 30 Juz selama di PPMI Assalaam.

Kita dapat mengambil kisah Inspirasi dari cerita kedua santri tersebut, sebagai orang yang beriman berseteru atau berselisih itu pasti akan dialami oleh siapapun, kesabaran dan saling memaafkan, serta saling memberikan suport yang membangun, maka kita dapat menjadi orang yang lebih baik. (sarman)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.