Rukyat Hilal di Observatorium Assalaam telah terlaksana secara tertutup pada Kamis sore (23/04). Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa penduduk pondok. Berbagai instrumen disediakan, seperti tiga buah teleskop dan beberapa kamera untuk pengamatan hilal. Instrumen tersebut ditempatkan dengan jarak yang berjauhan satu sama lain.

PAA bekerja sama dengan tim IT PPMI Assalaam untuk melakukan live streaming Rukyat Hilal Ramadhan 1441 H di channel Youtube PPMI Assalaam sebagai salah satu bentuk pelayanan bagi masyarakat dalam situasi PSBB di Solo Raya. Masyarakat pun dapat menyaksikan rukyat hilal secara online dari rumah masing-masing.

Pengamatan dilakukan sejak pukul 17.00 WIB. Namun, horison barat tertutup awan tebal dan ketinggian hilal di bawah 5 derajat sehingga hilal tidak teramati dari Observatorium Assalaam.

Beberapa anggota CASA dan eksponen juga melakukan pengamatan di daerahnya masing-masing. Berikut beberapa yang terdata:

  1. Utih Amartiwi dari Innopolis, Kazan, Tatarstan, Rusia. Menunggu rukyat setempat.
  2. Amandaru T. Mandala dari Tegalwero, Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Hilal tidak terlihat meski langit lumayan cerah, karena tinggi hilal masih di bawah 5°.
  3. Naf’an A. Ramadhan dari Cilacap, Tanjungsari, Gunungsimping, Kec. Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Indonesia. Hilal tidak terlihat karena berawan.
  4. Rahadiestu M. Arkan dari Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Hilal tidak terlihat karena mendung.
  5. Amdi, Hibah, Dhia dari District 8, Nasr City, Cairo, Egpyt. Menunggu rukyat setempat.

Ramadhan kali ini haruslah tetap menjadi momen yang spesial walaupun dijalani dalam kondisi serba terbatas. Semoga kita semua senantiasa dilindungi dan bisa berjumpa dengan rukyat hilal selanjutnya. Aamiin~

“Bersama CASA, Mengintip Gerbang Semesta”

“Bringing Astronomy to the Santri”

Link YouTube: https://www.youtube.com/watch?v=SJlun2KuT0k

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.