Bersama PMI Cabang Surakarta, SMA Assalaam Sukoharjo Adakan Donor Darah

Mengawali kegiatan di awal semester genap, SMA Assalaam bersama Assalaam Medic Care  (AMC) bekerjasama dengan PMI cabang Surakarta mengadakan kegiatan donor darah. Acara yang dilaksanakan pada Kamis (11/01/2018) tersebut bertempat di ruang matrikulasi komplek putri Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam. Kegiatan donor darah tersebut dimulai pukul 08.00 WIB. Menurut staff kesiswaan putri SMA Assalaam, Wahyu Widiastuti, S.Pd kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian siswi SMA Assalaam khususnya serta santriwati PPMI Assalaam secara umum. “Meskipun terkesan mendadak dengan persiapan seadanya, Alhamdulillah acara bisa terselenggara dan berjalan lancar.” Tuturnya.

Sementara itu menurut hasil pengamatan di lapangan kegiatan donor darah tersebut mendapat respons positif dari para siswi. Mereka dengan semangat berdatangan menuju lokasi pengambilan darah untuk mendonorkan darahnya. Beraneka ragam ekspresi terekam dalam kegiatan tersebut. Mulai dari ekspresi tenang karena memang sudah terbiasa dengan jarum suntik dan kegiatan donor ,ekspresi takut-takut ketika melihat jarum suntik, sampai ekspresi kecewa ketika hasil pemeriksaan awal calon pendonor tidak bisa melakukan donor darah karena berbagai kondisi. “Beberapa hari sebelum diadakan kegiatan donor, para siswa yang berminat memang sudah didata, namun karena berbagai kondisi ada beberapa nama yang akhirnya batal mengikuti donor baik karena sedang menstruasi, usia yang belum mencukupi hingga kadar hemoglobin (Hb) yang rendah.” Lanjut Dias. Untuk kegatan donor tersebut dari PMI memang menentukan beberapa syarat, di antaranya usia minimal 17 tahun dan golongan darah selain AB.

“Dari kami untuk donor kali ini memang ditujukan untuk golongan darah selain AB, sebab untuk saat ini stok darah AB di PMI sudah memenuhi kuota. Selain itu, golongan darah AB termasuk yang jarang dicari.” Jelas Mulyono, salah satu staf PMI cabang Surakarta. Mulyono menuturkan untuk mendonorkan darah memang tidak semua orang bisa serta merta memberikan darahnya, melainkan harus melalui sejumlah pemeriksaan awal seperti cek tekanan darah dan kadar Hb. “Setelah darah diambil dari pendonor pun juga masih harus melalui beberapa tahap untuk bisa sampai kepada pasien yang membutuhkan transfuse darah. Tahapan itu antara lain hasil pemeriksaan Serologi yang meliputi beberapa tahap salah satunya termasuk pemeriksaan apakah darah tersebut mengandung virus HIV.” Jelas Mulyono. r@tn@_